Data BPS Kalsel Nilai Tukar Petani Turun, Ini Sebabnya

Jumpa pers bersama wartawan di kantor Badan Pusat Statistik Kalsel, Banjarbaru.(foto : nuha/klikkalsel)

BANJARBARU, klikkalsel.com- Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) dan Harga Produsen Gabah (HPG) per bulan Oktober 2019 mengalami penurunan.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami saat jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Banjarbaru menyatakan, hal itu terbukti dengan NTP Kalsel tercatat 94,49 atau turun 0,54 persen dibanding bulan sebelumnya (September) yang mencapai 95,00.

NTP merupakan perbandingkan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga dibayar petani. Hal ini menjadi salah satu indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan, bahkan menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Penurunan tersebut disebabkan indeks harga yang diterima petani (lt) naik hanya 0,13 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani (lb) naik lebih besar 0,67 persen.

“Di daerah pedesaan mengalami inflasi sebesar 0,89 persen. Dimana indeks harga kelompok bahan makanan terjadi kenaikan terbesar 1,90 persen, sedangkan kelompok lainnya naik berkisar 0,04-0,39 persen,” ujarnya, Jumat (1/11/2019).

Ia melanjutkan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar103,49 lebih besar dari bulan sebelumnya atau naik 0,11 persen.

“Rata-rata harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 3,49 persen dari bulan September Rp.5.405,10 per Kg sedangkan bulan Oktober Rp.5.216,33 per Kg,” terangnya.

Begitu juga di tingkat penggilingan, mengalami penurunan sebesar 3,64 persen dari Rp5.511,85 per Kg pada bulan September, menjadi Rp5.311,40 per kg bulan Oktober 2019.(nuha)

Editor : Amran