BANJARMASIN, klikkalsel.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai memperluas penanganan balapan liar yang belakangan kembali marak di sejumlah ruas jalan. Tidak hanya menindak aksi kebut-kebutan, polisi juga menyoroti adanya dugaan praktik perjudian di baliknya.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri mengatakan, balapan liar bukan lagi sekadar pelanggaran lalu lintas. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terdapat indikasi balapan liar dijadikan ajang taruhan hingga melibatkan pihak-pihak yang sengaja mempromosikan kegiatan tersebut untuk menarik massa.
“Persoalan balapan liar ini cukup kompleks. Bukan hanya kebut-kebutan, tetapi ada indikasi dijadikan ajang judi. Ada bandarnya, ada pemasangnya. Bahkan terkadang kegiatan itu sengaja dipromosikan atau di-endorse untuk mengumpulkan penonton,” ujarnya di Banjarmasin, Rabu (15/7/2026).
Menurut Fahri, karena adanya dugaan tindak pidana lain di balik balapan liar, penanganannya tidak lagi hanya menjadi tugas satuan lalu lintas. Ia telah menginstruksikan seluruh Kasat Lantas di jajaran Polres agar berkoordinasi dengan Kapolres dan melibatkan fungsi lain, seperti Samapta, Intelijen, hingga Reserse Kriminal apabila ditemukan unsur pidana.
Selama ini, kata dia, patroli rutin dinilai belum sepenuhnya memberikan efek jera. Pelaku justru kerap berpindah lokasi atau bermain “kucing-kucingan” dengan petugas.
Beberapa titik yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Jalan Ahmad Yani KM 5 Banjarmasin hingga Liang Anggang, termasuk jalur Lingkar Selatan dan wilayah Gambut yang kerap dijadikan arena balapan liar.
Baca Juga : Polres Balangan Amankan Tujuh Motor Milik Remaja yang Terlibat Balapan Liar
Baca Juga : Balapan Liar di sekitaran Jalan Ahmad Yani Kian Marak Saat Tengah Malam
Meski demikian, Fahri mengakui hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti konkret terkait praktik perjudian dalam balapan liar. Laporan yang diterima masih didominasi hasil patroli preventif untuk membubarkan kerumunan sebelum balapan dimulai.
“Temuan yang mengarah ke perjudian belum ada. Saat ini jajaran masih fokus melakukan pencegahan melalui patroli dan penjagaan di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat balapan liar,” katanya.
Selain menyoroti balapan liar, Ditlantas Polda Kalsel juga memaparkan perkembangan angka kecelakaan lalu lintas . Berdasarkan Road Safety Index, capaian triwulan kedua tahun 2026 mengalami perbaikan sekitar 6,6 persen dibanding triwulan pertama.
Namun, jika melihat data Januari hingga Juni 2026, jumlah kecelakaan lalu lintas di Kalsel masih mengalami peningkatan. Kendati demikian, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan.
“Kami tidak hanya mengejar penurunan angka fatalitas, tetapi juga berupaya menekan jumlah kejadian kecelakaan,” ucapnya.
Untuk mencapai target tersebut, Ditlantas Polda Kalsel tetap mengandalkan strategi 5E, yakni Education, Encouragement, Enforcement of Law, Engineering, dan Emergency Response. Strategi itu dinilai berhasil menekan angka kecelakaan dan korban meninggal dunia sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, jajaran kepolisian juga terus memasang berbagai rambu dan imbauan keselamatan serta menempatkan replika kendaraan patroli di sejumlah titik yang rawan kecelakaan sebagai pengingat bagi pengguna jalan. (rizqan)
Editor: Abadi





