81 Titik Karhutla Ancam Kalsel, BPBD Ungkap Wilayah Paling Rawan

Kepala BPBD Ronny Eka Saputra

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat sebanyak 81 titik api (hotspot) tersebar di sejumlah wilayah hingga saat ini.

Sebagian titik api telah berhasil dipadamkan, namun masih ada beberapa lokasi yang belum dapat ditangani karena medan yang sulit dijangkau.

Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra, mengatakan, pihaknya terus berupaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menyiapkan bantuan water bombing menggunakan helikopter dalam beberapa hari ke depan.

“Hingga hari ini terdapat 81 titik api yang tersebar di beberapa wilayah. Sebagian sudah berhasil ditangani, namun ada juga yang masih sulit dipadamkan karena akses menuju lokasi cukup sulit. Dalam beberapa hari ke depan akan kami upayakan menggunakan helikopter water bombing,” ujarnya, usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPRD Kalsel, Rabu (15/7/2026).

Ronny menjelaskan, wilayah Tanah Laut, khususnya kawasan Pelaihari, menjadi salah satu daerah yang memiliki titik api cukup besar. Luasnya area yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

Sementara itu, titik api di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya memang cukup banyak, namun masih dalam skala kecil, sehingga masih dapat dikendalikan oleh tim gabungan.

“Untuk wilayah Banjarbaru dan sekitarnya memang terdapat banyak titik api, tetapi skalanya masih kecil dan masih bisa ditangani oleh rekan-rekan di lapangan,” katanya.

Baca Juga : Bagian 2: Jejak Sejarah Rumah Sakit di Banjarmasin, Dari Fort Tatas hingga Berdirinya RSUD Ulin

Baca Juga : Jalan Martapura Lama Retak dan Amblas, PUPR Kalsel Kaji Penanganan Permanen

Mengantisipasi potensi meluasnya Karhutla, BPBD Kalsel mulai mendirikan sejumlah posko siaga di berbagai daerah. Khusus di kawasan ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor, telah disiapkan delapan posko yang membentang dari sekitar bandara hingga wilayah Bati-Bati.

Selain itu, posko siaga juga dibangun di seluruh 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sebagai langkah mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Ronny menyebut, pola kebakaran tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu kebakaran lebih banyak terjadi di wilayah utara, maka tahun ini penyebaran titik api lebih dominan berada di wilayah selatan, seperti Bati-Bati, Tambang Ulang, dan sekitarnya.

Meski jumlah hotspot terus bertambah, status penanganan karhutla di Kalimantan Selatan hingga saat ini masih berada pada level Siaga dan belum ditetapkan sebagai status tanggap darurat.

“Status kita masih siaga, belum masuk tahap darurat,” tegasnya.

BPBD juga mengingatkan, masyarakat untuk tetap waspada karena berdasarkan prediksi BMKG, pada Agustus 2026 diperkirakan akan terjadi perubahan arah angin yang kembali mengarah ke wilayah utara, termasuk kawasan rawan di sekitar Bandara Syamsudin Noor.

Selain itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus mendatang. Meski demikian, BPBD berharap seluruh titik api dapat segera dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. (azka)

Editor : Akhmad