BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin bersama TNI dan Polri akhirnya berhasil memulihkan akses masyarakat di kawasan Mantuil dalam tiga hari setelah Jembatan Saka Harang putus pada Minggu (30/8/2026).
Pekerjaan jembatan sementara dimulai sejak senin kemarin (31/8/2026) berhasil dirampungkan 100 persen pada Rabu sore (2/9/2026), sehingga akses kembali dibuka bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
Rampungnya jembatan sementara tersebut ditinjau langsung Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya serta Dandim 1007/Banjarmasin di lokasi Jembatan Saka Harang, Mantuil.
Pemulihan akses dilakukan untuk mengembalikan konektivitas warga yang sempat terganggu akibat terputusnya jembatan.
Pemko Banjarmasin memastikan, konstruksi yang kini digunakan merupakan jembatan sementara jenis Bailey bridge, sehingga tidak menjadi solusi permanen.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemko Banjarmasin menyiapkan pembangunan jembatan permanen yang ditargetkan direalisasikan pada 2027.
“Alhamdulillah, hari ini jembatan sementara Saka Harang sudah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Mudah-mudahan jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar aktivitas warga kembali berjalan normal,” ujarnya.
Jembatan sementara tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan batas kapasitas maksimal lima ton.
Ia menyampaikan bahwa pengguna kendaraan, terutama yang membawa muatan, untuk mematuhi batas tersebut demi keselamatan dan menjaga kondisi konstruksi.
“Kalau memang ada muatan di dalam mobil atau truk, tolong jangan melebihi lima ton. Kita sama-sama menjaga jembatan ini karena beban berlebih dapat memperpendek usia jembatan,” tuturnya.
Baca Juga : Tiga Hari Dikerjakan, Jembatan Sementara Mantuil Rampung, Warga Harapkan Segera Dibangun Permanen
Baca Juga : Akses Jembatan Terputus, Kolaborasi Tiga Instansi Pastikan Warga Mantuil Tetap Beraktivitas
Percepatan pemulihan akses juga mendapat dukungan jajaran TNI, khususnya Detasemen Zeni Tempur (Denzipur), dalam penyediaan dan penggunaan jembatan sementara.
Pemko Banjarmasin menyampaikan apresiasi kepada Dandim 1007/Banjarmasin, jajaran Denzipur, Kapolresta Banjarmasin, serta Pangdam yang memberikan dukungan dalam proses pemulihan akses tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang telah membantu. Terutama kepada Pak Pangdam yang telah memberikan izin kepada Pemerintah Kota Banjarmasin untuk meminjam jembatan sementara ini,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Mantuil yang turut menjaga ketertiban selama proses penanganan hingga akses kembali dapat digunakan.
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Chandra Iriandhy Wijaya mengatakan pekerjaan dilakukan secara cepat setelah jembatan putus pada Minggu.
Menurutnya, percepatan menjadi langkah penting untuk segera mengembalikan akses masyarakat yang terdampak.
“Alhamdulillah, pekerjaan jembatan sementara Saka Harang sudah rampung 100 persen pada hari ini,” katanya.
“Setelah seluruh pekerjaan diselesaikan dan jembatan siap digunakan, sore ini akses sudah bisa kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” sambungnya.
Chandra menegas, jembatan tersebut bersifat sementara sehingga ketentuan teknis, khususnya terkait kapasitas beban, harus menjadi perhatian pengguna.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan batas beban maksimal lima ton. Jangan dipaksakan untuk kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas karena aspek keselamatan dan ketahanan jembatan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa selesainya jembatan sementara tidak berarti penanganan Jembatan Saka Harang telah berakhir. Pemko Banjarmasin tetap menyiapkan pembangunan jembatan permanen sebagai solusi jangka panjang.
“Untuk jangka panjang, tentu yang kita dorong adalah pembangunan jembatan permanen. Jembatan sementara ini kita hadirkan untuk memulihkan akses masyarakat terlebih dahulu, sementara penanganan permanennya dipersiapkan untuk tahun 2027,” tandasnya. (fachrul)






