Anang Syakhfiani Lepas 125 Kontingen POPDA Kalsel 2019

Anang Syakhfiani menyerahkan bendera kontingen kepada Rahmanto Ketua Kontingen Kabupaten Tabalong yang akan berlaga pada POPDA Kalsel 2019.(foto : arif/klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel- Bupati Kabupaten Tabalong Anang Syakhfiani, melepas perwakilan putra putri terbaik Bumi Saraba Kawa untuk berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) antar pelajar tingkat Provinsi Kalsel 2019 yang digelar di Banjarbaru dan Banjarmasin 1-5 April 2019.

Bertempat di Halaman kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupten Tabalong, Anang Syakhfiani melepas sebanyak 125 kontingen yang terdiri dari ketua kontingen, atlet, pelatih, official, pendamping dan tenaga medis serta satu orang peliput berita.

Rahmanto, Kabid Olahrga Disporapar Tabalong selaku Ketua Kontingen dalam laporannya menyampaikan jumlah cabang olahraga (cabor) yang diikuti kontingen Tabalong sebanyak tujuh cabor dari 10 cabor yang dipertandingkan pada POPDA X Kalimantan Selatan 2019.

Tujuh cabor yang diikuti meliputi Atletik 19 Atlet, Gulat 8 atlet, Renang 19 Atlet, Voli pasir 6 Atlet, Panahan 9 Atlet, Karate 10 Atlet, Taekwondo 8 Atlet.

“Tiga cabor yang belum bisa diikuti oleh Kontingen Tabalong antara lain Tinju, Judo, Dayung, karna tahun ini kita masih belum memililiki atlet tingkat pelajar,” terangnya.

Sementara itu dalam sambutannya Anang Syakhfiani meminta kepada para atlet yang akan berlaga agar dapat berjuang semaksimal mungkin guna mendapat prestasi yang terbaik dan guna lebih memotivasi atlet Anangpun menjanjikan tambahan bonus kepada atlit yang berhasil meraih medali emas.

“Prestasi terbaik itu emas Rp3 juta, Perak Rp2 juta, perunggu Rp1,5 juta dan khusus untuk medali emas akan saya tambahkan lagi Rp2 juta, jadi totalnya Rp5 juta untuk emas,” ucap Anang.

Selain itu Anang juga berharap agar para atlet Tabalong jangan sampai ada sekadar jadi penonton dapat berlaga hingga akhir pertandingan.

“Kalau jadi penonton itu berarti kalah dan yang lebih menyakitkan hari ke dua sudah dipulangkan ke Kabupaten Tabalong, jangan sampai itu terjadi semua harus berjuang,” tutur Anang.(arif/adv)

Editor : Alfarabi