TANJUNG, Klikkalsel.com – Terdapat 28 usulan yang menjadi prioritas Kecamatan Tanta di Musrenbang RKPD tahun 2027.
Usulan tersebut disampaikan saat forum Musrenbang yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Tanta, Kamis (5/2/2026).
Camat Tanta, Rofik Aziddin menjelaskan dari ratusan usulan yang terhimpun ini, setidaknya ada sebanyak 28 usulan dengan skala prioritas.
“Dari 28 usulan prioritas ini, kami menyampaikan ada sembilan usulan yang super prioritas yang nanti akan ada diskusi dengan Bappeda dan perangkat daerah terkait,” jelasnya.
Adapun usulan super prioritas yang masih didominasi pada bidang infrastruktur ini yaitu peningkatan jalan RT 1 sampai RT 4 Desa Barimbun (arah Dahur ujung desa) yang kondisinya terbengkalai.
Kemudian, peningkatan dan pelebaran jalan RT 3 sampai RT 5 Desa Murung Baru dengan kondisinya saat ini sudah banyak yang berlubang.
“Kondisi jalan (Murung Baru) memang sudah beraspal, tetapi memang sudah lama sekali tidak dilakukan peningkatan, jalannya sempit dan sudah banyak lubang,” ungkapnya.
Lalu, peningkatan dan pelebaran jalan di Desa Pulau Ku’u, jalan di RT 1 sampai RT 4 Desa Pamarangan Kanan, peningkatan jalan di RT 3 Desa Tamiyang, penambahan jaringan PDAM di RT 5 sampai RT 10 Desa Warukin.
Baca Juga : Musrenbang Kalsel 2026, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinkronisasi Program dan Pemerataan Pembangunan
Berikutnya, pihaknya juga mengajukan pembuatan drainase di RT 3 Desa Mangkusip karena ada pelebaran jalan, sehingga drainase yang ada tertutup.
“Jadi perlu dibuatkan drainase baru, karena di RT 3 itu kalau banjir, pasti yang paling duluan sama dengan RT 1. Setidaknya (desainnya baru) paling tidak mengurangi dampak banjir,” ujar Rofik.
Selain itu, usulan-usulan lainnya seperti pembangunan jembatan beton di Desa Padangin dan pembangunan atau pengembangan sarana Air Minum Desa Padang Panjang menjadi program skala super prioritas.
Sementara, Sekda Tabalong, Hj Hamida Munawarah mengatakan, setiap usulan yang dibahas dalam Musrenbang perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“APBD saat ini mengalami penurunan. Kondisi ini tentu menuntut kita semua untuk lebih bijak dalam menentukan prioritas pembangunan,” katanya saat membacakan sambutan tertulis Bupati Tabalong.
Ia juga menegaskan, penurunan anggaran ini tidak boleh menjadi penghambat, namun dijadikan sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas.
“Dengan perencanaan yang baik, usulan yang tepat sasaran, serta sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan tetap dapat berjalan dan memberi manfaat nyata bagi warga,” tandasnya. (Dil/adv)







