TANJUNG, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong memperpanjang status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan hingga 31 Desember 2026.
Keputusan tersebut, dibahas dalam Rapat Koordinasi Perpanjangan Status Siaga Karhutla dan Kekeringan di Ruang Kerja Bupati Tabalong, Kecamatan Tanjung, Rabu (4/11/2026).
Rapat dipimpin Bupati Tabalong H. M. Noor Rifani, serta dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda), dan Kepala Pelaksana BPBD Tabalong.
Usai rapat, Bupati Tabalong yang akrab disapa Haji Fani mengatakan, perpanjangan status siaga merupakan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Ia menyebutkan, kondisi cuaca di Tabalong mulai membaik setelah beberapa kali diguyur hujan. Kabut asap pun tidak lagi separah bulan-bulan sebelumnya.
“Alhamdulillah, pada 4 November ini cuaca di Tabalong cerah dan tidak ada asap yang terlalu pekat seperti bulan-bulan kemarin. Kita tentu berharap kondisi ini terus berlanjut,” ujarnya.
Meski demikian, berdasarkan perkiraan BMKG dan pemerintah pusat, musim kemarau panjang berpotensi berlanjut hingga Desember bahkan Maret mendatang.
Baca Juga : Polda Kalsel Razia THM, Pengunjung Hotel Aria Barito Terciduk Bawa Ekstasi
Baca Juga : Keluarga Korban KM Virgo Tolak Menunggu Salvage: Jangan Beri Harapan Palsu!
Oleh karena itu, Pemkab Tabalong bersama Forkopimda menyepakati perpanjangan status siaga hingga akhir tahun untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana.
“Dengan adanya status siaga ini, akan memudahkan gerak operasional kita dalam memastikan penanganan karhutla benar-benar dilakukan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Tabalong juga menyalurkan bantuan Presiden senilai Rp10 miliar berupa BBM, vitamin, dan perlengkapan lainnya untuk mendukung operasional relawan serta Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS).
H Fani mengimbau, kepada masyarakat tetap waspada meskipun kondisi cuaca mulai membaik dan meminta warga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling), memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan, serta tidak melakukan pembakaran lahan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tabalong Haris Fakhrozi menjelaskan, status kebencanaan di Tabalong saat ini masih berada pada tahap siaga dan belum memasuki status tanggap darurat. Status siaga yang sebelumnya berlaku pada 19 hingga 31 Oktober 2026 tersebut, diperpanjang mulai 4 November hingga 31 Desember 2026.
Ia mengatakan, penanganan Karhutla dilakukan melalui koordinasi dengan Polres Tabalong, Kodim 1008/Tabalong, Brimob, Manggala Agni, KPH, relawan, serta aparat pemerintah desa.
Menurutnya, kejadian karhutla saat ini menunjukkan angka penurunan. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir BPBD tidak menerima laporan kebakaran lahan dan kualitas udara sudah memungkinkan masyarakat beraktivitas seperti biasa.
“Untuk penanganan kekeringan masih dilakukan melalui distribusi air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan di Kabupaten Tabalong mencapai 1.792.000 liter,” ujar Haris Fakhrozi.
Terkait bantuan BBM, Haris mengatakan, penyalurannya dilakukan secara bertahap kepada UPBS aktif, BPBD, Polres, Kodim, dan Brimob yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk pendistribusian air bersih.
Penyaluran tersebut, ditargetkan selesai hingga akhir November 2026, menyesuaikan kemampuan penyediaan BBM dan realisasi anggaran. (adv/renn)
Editor : Akhmad







