TANJUNG, Klikkalsel.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong menggelar Forum Group Discussion (FGD), Selasa (27/01/2026).
FGD ini dalam rangka penyusunan dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Tabalong 2026 yang menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), PT Air Minum Tabalong Bersinat (AMTB) Perseroda, pemerhati lingkungan, jajaran DLH serta unsur lainnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabalong, Mochammad Zainal Arifin mengungkapkan SLHD merupakan dokumen strategis yang sangat penting bagi daerah.
“SLHD ini menjadi gambaran kondisi lingkungan hidup saat ini, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” ungkapnya saat membacakan sambutan tertulis Sekda.
Baca Juga : Dalam rangka HPSB 2025, DLH Tabalong Lakukan Pembersihan Sungai Mangkusip
Baca Juga : DLH Tabalong Targetkan Pengurangan Sampah Signifikan Tahun 2025
Zainal membeberkan penyusunan SLHD tidak hanya tentang data dan indikator lingkungan, juga terkait menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
“Ini demi keberlanjutan hidup masyarakat Tabalong hari ini dan generasi yang akan datang,” bebernya.
Ia menuturkan aspek lingkungan hidup menjadi salah satu pondasi utama yang sejalan dengan visi pembangunan Tabalong Smart.
“Tanpa lingkungan yang sehat dan lestari, maka pembangunan yang kita laksanakan tidak akan memberikan manfaat jangka panjang,” tuturnya.
Sementara, Sekretaris DLH Tabalong, Sakam mengataka pertemuan ini perlu adanya saran dan masukan untuk kesempurnaan dalam proses penyusunan SLHD.
“Jadi hasil penyusunan SLHD ini menggambarkan kualitas pengelolaan lingkungan di Tabalong dalam satu tahun terakhir,” katanya. (Dil/adv)







