TANJUNG, klikkalsel.com – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Tabalong. Kali ini, dua unit rumah warga di Desa Bilas RT 04, Kecamatan Upau, hangus dilahap api pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
Diketahui peristiwa tersebut menghanguskan dua unit rumah milik warga setempat, yakni Sahrani (66) dan Jarkawi.
Polsek Upau yang dipimpin oleh Kapolsek Ipda Matheus Torrance saat berada di TKP, mengumpulkan keterangan saksi yang menerangkan, bahwa sumber api pertama kali terlihat membakar bagian atap rumah milik Sahrani.
Saat itu warga yang berada di sekitar lokasi mendengar teriakan minta tolong dan segera mendatangi tempat kejadian. Warga berupaya membantu penghuni rumah keluar, serta melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Namun, karena bangunan sebagian besar terbuat dari kayu, kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah milik Jarkawi yang berada di dekatnya.
Baca Juga : 18 Kebakaran dalam Empat Bulan, Polres Tabalong Turunkan Tim Forensik dan Gelar Rapat Mendadak
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 Wita setelah petugas dari UPBS Upau, UPBS Wirang, UPBS Haruai, UPBS Tanjung, Redkar Marindi, serta warga setempat melakukan pemadaman bersama.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pemilik rumah dan sejumlah saksi, sumber api diduga berasal dari bagian atas plafon ruang tamu rumah milik Sahrani.
“Akibat kejadian tersebut, rumah milik Sahrani beserta isinya mengalami kerusakan total dengan taksiran kerugian sekitar Rp200 juta dan sementara rumah milik Jarkawi mengalami kerugian sekitar Rp150 juta. Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp350 juta” ujar Iptu Heri.
Polres Tabalong mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa instalasi dan penggunaan listrik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran. Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk membantu warga yang terdampak musibah tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan guna mencegah terjadinya kebakaran,” pungkas Heri. (renn)
Editor : Akhmad





