TANJUNG, Klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong menggelar High Level Meeting (HLM) dan rapat koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aston Tanjung City Hotel, Senin (25/11/2024).
Dalam kegiatan ini turut dihadiri perwakilan perbankan dari BI dan Bank Kalsel, OJK Kalsel, KPPN Tanjung serta dari Pemprov Kalsel dan SKPD terkait di lingkup Pemkab Tabalong.
Pj Bupati Tabalong, Hj Hamida Munawarah menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari perluasan dan percepatan digitalisasi daerah.
“Dimana upaya digitalisasi ini tentunya membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, TP2DD, perbankan, serta seluruh stakeholder lainnya,” ucapnya.
Hamida turut mengapresiasi memberikan kerja keras TP2DD Kabupaten Tabalong dan semua pihak terkait atas kerjasama serta sinerginya untuk mengimplementasikan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Tentunya juga dalam menjalankan program- program digitalisasi keuangan masyarakat dan pemerintah daerah.
Baca Juga Angka Pengangguran Terbuka di Tabalong Terus Menurun, Pemkab Upayakan Peningkatan Tenaga Kerja
Baca Juga Sasar Pelosokan, Pemkab Tabalong Launching Julak Wasi Jilid Tiga
“Sejak tahun 2022, Kabupaten Tabalong telah masuk dalam kategori Pemerintah Daerah Digital dengan indeks ETPD yang selalu di atas 80 persen. Hasil indeks ETPD Tabalong pada semester I 2024 menunjukkan skor sebesar 97 persen,” bebernya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk terus mendukung program ini demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Menurutnya, digitalisasi transaksi pemerintah daerah bukan hanya sekadar tuntutan zaman, tetapi juga merupakan langkah strategis meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
Melalui implementasi digitalisasi ini, dapat mempercepat berbagai proses administrasi keuangan, meningkatkan PAD, serta mendukung keberlanjutan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Digitalisasi juga memberikan peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi lokal agar lebih terintegrasi dengan ekosistem ekonomi digital nasional maupun global.
“Dengan tema Digitalisasi Transaksi Pemda untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, kita ingin menegaskan komitmen bersama untuk mendukung transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah,” ucapnya.
Pasalnya, digitalisasi transaksi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendorong transparansi serta integritas dalam pengelolaan anggaran pemerintah.
“Pada kesempatan ini, kita juga akan meluncurkan Kartu Kredit Indonesia – Tabalong, yang menjadi salah satu bentuk nyata implementasi digitalisasi di daerah kita,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Kartu Kredit Indonesia di Kabupaten Tabalong menjadi simbol komitmen kita untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan pelayanan publik yang prima.
Dengan memanfaatkan fasilitas ini, diharapkan transaksi pemerintah daerah menjadi lebih efisien, aman, dan modern.
“Digitalisasi sudah menjadi tuntutan terhadap sistem pembayaran. Untuk itu perlu langkah cepat untuk menata digitalisasi daerah dalam menjadikan Kabupaten Tabalong lebih inovatif dan berdaya saing,” katanya.
“Adanya integrasi dalam transaksi digital ini juga dapat memperkuat resiliensi pemerintah daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah serta realisasi belanja daerah,” pungkas Hamida. (Dilah/adv)





