Yusmiah Berlinang air Mata Menunggu Putrinya yang Terjebak di Reruntuhan Alfamart Gambut

Yusmiah yang menagis menunggu kabar putrinya

MARTAPURA, klikkalsel.com – Dengan derai air mata Yusmiah menunggu kabar anaknya yang diduga masih terjebak di dalam bangunan Alfamart yang mendadak roboh di Jalan Ahmad Yani kilometer 14, pada Senin (18/4/2022) sekitar pukul 17.00 Wita.

Dia menduga putrinya yang bernama Ratna Yulianti masih terkurung di dalam reruntuhan ruko tingkat tiga itu.

“Anak saya masih terkurung, dia baru masuk kerja sekitar pukul 15.00 Wita,” ujarnya sambil berlinang air mata.

Yusmiah sendiri mendapat kabar itu dari tetangganya yang berjualan tidak jauh dari lokasi ruko yang menelpon jika tempat kerja anaknya rubuh.

“Ditelpon tadi, makanya kesini, ya Allah tolong anak saya,” rintihnya.

Warga sekitar yang berada dilokasi turun memberi sabar kepada Yusmiah dan berharap agar putrinya tidak meninggal dunia.

Kamylia, (30) seorang pedagang makanan di Jalan Ahmad Yani Km 14 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel sontak terkejut usai melihat bangunan yang ada di depannya mendadak roboh.

Kamylia menceritakan, awalnya dia mendengar suara seperti truk yang sedang bertabrakan. Suara tersebut menurutnya begitu keras terdengar, di tengah suara kendaraan yang sedang melintas.

“Kedengaran sampai ke seberang sini, saya kira awalnya kecelakaan lalu lintas,” kata Kamylia di lokasi kejadian.

Baca Juga : BREAKING NEWS : Alfamart Gambut Ambruk, Satu Korban Tampak Dievakuasi

Baca Juga : Heboh, Alfamart Samping RM Tenda Biru Mendadak Roboh

Pantauan di lapangan, hingga pukul 19.00 wita sejumlah relawan sedang melakukan evakuasi para korban di reruntuhan.

Para korban yang berhasil dievakuasi pun langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Peristiwa ini pun membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian macet.

Informasi dihimpun, sementara ini terdapat 14 orang yang menjadi korban terkurung di dalam reruntuhan dan 2 orang sudah dievakuasi.

Sementara itu, dari pantauan klikkalsel.com 1 orang diduga meninggal dunia akibat tertindih reruntuhan ritel modern itu. Namun belum ada data resmi dari pihak yang berwenang terkait jumlah korban dari peristiwa tersebut. (airlangga)

Editor: Abadi