HST  

Yayasan Bumi Kita Fantastik Beri TOT Guru di HST

Para guru Sekolah Adiwiyata saat mengikuti TOT pengurangan sampah plastik yang diberikan Yayasan Bumi Kita Fantastik. (foto : dayat/klikkalsel.com)

BARABAI, klikkalsel.com – Fenomena sampah plastik sekali pakai masih kuat menghantui Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Demi mengupayakan pengurangan pemakaian itu, Yayasan Bumi Kita Fantastik berikan pelatihan training of trainer (TOT) kepada pada guru Sekolah Adiwiyata di Bumi Murakata, Selasa (7/6/2022) di Aula Lantai II Bappeda HST.

Mellisa salah seorag trainer dari Swiss mengatakan, semua yang dibutuhkan manusia berasal dari alam, karena itu sudah sepatutnya mencintai alam.

Baca Juga : Plt Kadisdik HST Benarkan Ada Indikasi Guru Sering Bolos di Sekolah Daerah 3T

Baca Juga : Empat Calon Paskibraka Asal HST Ikuti Seleksi Tingkat Nasional

Pihaknya pun memberikan gambaran penyadaran melalui pembuatan tas kain daur ulang, lagu-lagu wawasan lingkungan, serta beragam gerakan dan kreativitas sederhana yang dapat dilakukan guna pengurangan sampah plastik sekali pakai.

“Melalui edukasi dan pelatihan yang diberikan, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran para peserta untuk menjaga alam serta lingkungan sekitar,” tambahnya.

Di samping itu, para peserta workshop nantinya harus membagi dan mengajarkan pengetahuan yang didapatkan kepada para siswa di sekolahnya masing-masing agar sadar betapa pentingnya menjaga alam.

“Jangan sampai kawasan pegunungan Meratus yang merupakan sabuk hijau Kalimantan ini tercemar. Mari bersama kita selamatkan Meratus. Save Meratus, No Plastic,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) HST, Mursidi mengatakan, TOT yang diikuti para guru Sekolah Adiwiyata ini, nantinya akan disosialisasikan kembali gerakan pengurangan sampah plastik kepada para siswa di sekolah masing-masing.

Lebih lanjut, melalui kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

“Untuk mengurangi penggunaan sampah plastik di masyarakat memang bukan hal yang mudah, untuk itu dilakukan bertahap. Sebagai langkah awal kita prioritaskan untuk Sekolah Adiwiyata,” tambahnya.

Kegiatan ini masih dalam rangkaian peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada setiap 5 Juni.

Sebelumnya, Pemkab HST juga telah teken MoU dengan Yayasan Bumi Kita Fantastik (Mudfish No Plastic) untuk edukasi tentang persampahan di Balai Adat Kiyu di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT) pada 3 Juni lalu dan dilanjutkan dengan pendakian Gunung Halau-Halau. (dayat)

 

Editor : Akhmad