Warga Kelayan A Dua Kali di Keroyok, Polisi Sebut Pelaku Ada Dendam

Hili (20) warga Kelayan A, Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan terbaring dirumah sakit usai menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pria berusia 20 tahun warga Jalan Kelayan A Gang Karya II RT.18, Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan melapor ke kantor polisi setelah menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan menggunakan senjata tajam.

Diungkapkan Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Agus Sugianto melalui Kanit Reskrim Iptu Sudirno, pria itu bernama Hili, ia dua kali dikeroyok dan menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam.

“Pelakunya pengeroyokan dan penganiayaan dengan sajam ini pelakunya sama,” kata Kanit, Sabtu (11/5/2024).

Dari keteranganya, korban pertama kali dikeroyok pada Kamis (11/4/2024) silam di kawasan Taman Perumahan Mahatama Jalan Gerilya Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan yang saat itu sedang nongkrong bersama temannya.

Saat nongkrong itu, korban dihampiri oleh para pelaku yang tiba-tiba tanpa mengeluarkan perkataan langsung menyerang korban bersamaan hingga mengakibatkan korban mengalami luka dibagian belakang kepala.

Baca Juga Lakukan Pengeroyokan dengan Balok Kayu, Tiga Warga Kuin Selatan Dipolisikan

Baca Juga Polisi Tangani Kasus Pengeroyokan Caleg Partai Buruh

“Korban kemudian melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke Polsek Banjarmasin Selatan, pada Sabtu (13/4/2024) lalu, untuk membawa masalah tersebut ke ranah hukum,” jelasnya.

“Dari laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan terhadap beberapa orang yang diduga pelaku pengeroyokan tersebut,” sambungnya.

Selama penyelidikan masih berlangsung atau berproses, korban kembali dikeroyok dan dianiaya oleh para pelaku yang diantaranya menggunakan sajam pada Minggu (21/4/2024) di depan SMP 28 Banjarmasin Jalan Gang Laela Kelurahan Murung Raya Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Saat itu korban lagi nongkrong bersama beberapa teman-temannya kemudian pelaku yang kita ketahui bernama Marjuki alias Juki datang bersama rekan rekanya kembali menyerang korban,” ujarnya.

“Pelaku menyerang korban dengan cara membacok telinga, tangan kanan serta kepala korban menggunakan celurit,” tambahnya.

Akibat serangan pelaku, korban kembali mengalami beberapa luka yang diantaranya di bagian kepala, telinga kiri dan telapak tangan sebelah kanan yang kemudian korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kejadian itu kembali dilaporkan ke Polsek Banjarmasin Selatan hingga akhirnya didapati ada beberapa pelaku terlibat dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.

Mereka diantaranya ialah Marjuki Hasan alias Juki (20) warga Jalan Simpang limau, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Dari nama itu, dilakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Hingga Rabu (8/5/2024) Unit Opsnal Polsek Banjarmasin Selatan mendapat Informasi bahwa pelaku berada di rumahnya yang langsung dilakukan pengamanan.

Pelaku diamankan kemudian dikembangkan mencari pelaku lainnya dan barang bukti celurit yang dipakai pelaku.

“Ada dua orang lagi yang terlibat, yakni Abdan dan Syafii. Namun, keberadaan dua pelaku lainnya ini tidak diketahui yang kini menjadi DPO,” ungkapnya.

Sementara itu, Juki kemudian dibawa ke Polsek Banjarmasin Selatan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Lebih lanjut, kata Kanit, dari pemeriksaan sementara pelaku melakukan hal tersebut karena ada menyimpan dendam, karena korban pernah cekcok mulut dengan adik pelaku.

“Permasalahannya korban dengan adik pelaku pernah cekcok mulut,” ungkapnya.

Bahkan, dari pemeriksaan pelaku melakukan perbuatannya itu dalam keadaan sadar dan tidak dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Atas perbuatanya sementara ini pelaku terancam dua pasal yakni 170 ayat 2 ke 1 dan 351 KUH Pidana. Kemudian dua pelaku masih DPO,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi