Wabup HST Tandatangani MoU Percepatan Pemulihan Lingkungan Hidup

Wakil Bupati HST menerima dokumen hasil kajian pengaman lingkungan yang diserahkan oleh Gubernur Kalsel Paman Birin. (foto : dayat/klikkalsel.com)

BANJARBARU, klikkalsel.com – Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Mansyah Sabri melakukan penandatanganan nota kesepakatan bersama atau MoU upaya percepatan pemulihan lingkungan hidup pasca banjir di Kalsel sekaligus menerima dokumen hasil kajiannya di Gedung Idham Chalid Sekda Provinsi Kalsel, Kamis (13/1/2022).

“Harapan kita program ini berjalan dengan baik, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat HST,” ujar Mansyah.

Dalam kegiatan penandatanganan dan penyerahan dokumen hasil kajian itu, turut dihadiri Dirjen Planologi Kehutanan dan Lingkungan, Walikota Banjarmasin, Bupati Banjar, Bupati HSU, Wakil Bupati HST, Bupati Balangan, dan Bupati Tanah Laut, Serta Kepala Bagian Pemerintahan se-Kalsel dan Kepala Dinas LH se-Kalsel.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau yang kerap disapa Paman Birin memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yang telah menyusun kajian komprehensif berupa kajian pengaman lingkungan berbasis ekoregion sebagai pondasi yang kuat untuk menyikapi ancaman hidrometeorologi di Kalimantan Selatan.

Paman menilai, sangat tepat jika saat ini pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi bencana tersebut, salah satunya melalui upaya percepatan pemulihan lingkungan pasca banjir pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup mengambil peran dalam pembinaan proklim di level tapak, serta melaksanakan pengawasan secara ketat terhadap pengelolaan lingkungan hidup” ungkap Gubernur.

Baca Juga : Banjir HST : 216 Rumah Terendam Air

Baca Juga : Pemkab HST Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Empat Desa

Dia menjelaskan, pihaknya juga terus berupaya melakukan berbagai kampanye dan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan aksi, adaptasi, dan mitigasi terhadap perubahan iklim melalui program Desa Sasangga Banua dan program Sungai Martapura Bungas yang salah satu tujuannya adalah untuk mereduksi banjir.

“Upaya-upaya tersebut antara lain melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan Pemerintah Pusat pada skala tapak dalam mitigasi bencana. Misalnya, program Kampung Siaga Bencana (KSB), Taruna Tanggap Bencana (Tagana) oleh Kemensos, program kampung iklim (proklim) oleh KLHK. Disamping itu melalui sekretariat forum DAS barito, dengan prinsip one river one manajemen,” jelasnya. (dayat)

Editor : Akhmad