BANJARMASIN, klikkalsel.com – Polsek Banjarmasin Utara memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan bercak darah di sebuah rumah kawasan Jalan Padat Karya, Komplek Herlina, Blok Batu Virus, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Sabtu (18/7/2026) kemarin.
Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan merupakan kasus perkelahian sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.
Kapolsek Banjarmasin Utara AKP Sunardi mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 mengenai seorang pria berinisial WI yang diduga dalam pengaruh minuman beralkohol dan membuat keributan sambil membawa senjata tajam.
“Terduga pelaku keributan sudah kami amankan langsung pada saat itu juga,” ujar AKP Sunardi.
Saat petugas tiba di lokasi, seorang warga berinisial UP ditemukan mengalami luka pada bagian jari tangan. Korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil rescue menuju RSUD Ansari Saleh untuk mendapatkan penanganan medis.
Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, polisi memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian para pihak sempat mengonsumsi minuman beralkohol bersama.
Baca Juga : Viral Video Lokasi Bersimbah Darah di Sungai Andai, Ternyata Bukan Perkelahian, Ini Fakta Sebenarnya
Baca Juga : Peras Mantan dengan Modus Ancam Sebarkan Video Vulgar, Seorang Pemuda Dilaporkan ke Polisi
Dalam kondisi tersebut, UP diduga justru melukai dirinya sendiri menggunakan parang miliknya.
“Keterangannya begitu, namanya orang mabuk ditanyain jawabannya ya begitu, ilmu kebal segala. Tapi yang pasti kami melakukan penindakan supaya jelas,” kata Kapolsek.
Meski demikian, kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh kronologi kejadian serta keterangan dari seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, pria berinisial WI telah diamankan di Mapolsek Banjarmasin Utara guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Agar tidak salah memang harus dikonfirmasi,” pungkasnya. (airlangga)
Editor: Abadi





