Ungkap Kematian Anak yang Diduga Tewas Akibat Dianiaya Ortunya, Polisi Gali Kuburan Korban

Suasana Ekshumasi atau penggalian kubur anak yang diduga tewas dianiaya ayah kandungnya. (foto : david/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Untuk memastikan penyebab kematian Rahel (9) yang diduga tewas akibat dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri yang bernama M Nazirwan alias Habib Tato (52), Sat Reskrim Polresta Banjarmasin menggelar ekshumasi atau penggalian kubur korban di kawasan alkah Kubah Habib Batilantang Kelurahan Basirih Selatan , Selasa (6/11/2018).

Menurut Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papa Rihi yang memimpin jalannya penggalian mengatakan hal ini dilakukan untuk melengkapi bahan pembuktian karena saat pihaknya mendapatkan laporan kasus ini, jasad korban telah dikuburkan.

“Hari ini kita lakukan penggalian kubur untuk dilakukan otopsi terhadap mayat sebagai bahan pembuktian penyebab kematian korban,” ujar Ade Papa Rihi.

Ia menjelaskan nantinya akan menunggu hasil dari tim dokter yang melakukan otopsi sehingga akan mempercepat proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya.

Selain itu Ade juga mengungkapkan pihaknya telah meminta keterangan-keterangan mulai dari tetangga korban, dokter yang sempat memeriksa korban di Rumah Sakit Islam hingga orang yang memandikan jenazah korban.

“Korban yang telah meninggal sempat dibawa orang tuanya ke Rumah Sakit Islam, dokter yang sempat memeriksa korban secara kasat mata dapat melihat sekujur tubuh korban ditemukan memar. Namun apakah itu penyebab kematian korban, mari kita tunggu hasil otopsi,” ungkapnya.

Sementara itu pelaku yang juga orang tua korban telah mengakui perbuatannya dan telah ditetapkan tersangka.

Kasus yang diduga terjadi pada Kamis, (1/11/2018) dilatar belakangi karena tersangka marah mengetahui anaknya mencuri uang temannya di sekolah.

Korban yang baru pulang dari sekolah langsung dimarahi hingga terjadi penganiayaan terhadap korban.

Tersangka yang berprofesi sebagai penjaga malam melihat anaknya pingsan dan lunglai sempat membawa korban ke rumah sakit, namun setibanya dirumah sakit dokter Rumas Sakit Islam menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dan saat pihak rumah sakit meminta data diri korban, tersangka langsung membawa mayat korban pergi dan hanya beralasan anaknya jatuh dirumah. (david)

Editor : Farid