Foto : Tradisi Baayun Maulud Sebagai Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Baayun Mulud adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid. Baayun mulud dilaksanakn untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tanggal 12 Robiul Awal. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan

Bapukung terbentuk dari kata ‘pukung’, yang artinya adalah posisi duduk dan leher diikat dengan kaki diatur seperti posisi bayi saat berada dalam kandungan, hal ini dilakukan agar anak bisa tidur dengan nyenyak dan terasa hangat seperti dalam pelukan ibu

Piduduk yaitu berupa makan seperti kue cucur, ketan, beras telur dan kelapa yang diletakan di depan ayunan merupakan hal yang biasa dilakukan untuk proses beayun maulid

Sebanyak 492 anak-anak dan orang dewasa ikut meramaikan acara beayun maulid yang bertempat di halaman masjid Jami Sungai Jingah. (Selasa, 20 November 2018)

Ayunan dihiasi sedemikian rupa agar terlihat menarik, semua ayunan diberikan sejumlah pernak-pernik. Terutama kain kuning. Serta hiasan janur yang sudah berbentuk. Di tambah dengan kue dan uang kertas menambah kemeriahan acara beayun maulid

Meskipun kepanasan anak-anak dan orang tua tetap mengikuti poses beayun maulid hingga selesai. Karena mereka ingin mendengarkan lantunkan shalawat, diharapakan si anak dalam perjalanan hidupnya dapat mencontoh akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. (syarif wamen)