Tahun Ini Pelaku UMKM Akan Dimuat Dalam Database

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalimantan Selatan Gustafa Yandi. (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalsel belum seluruhnya terbina dengan baik, pasalnya tak ada data valid menyangkut tentang keberadaan UMKM di daerah ini.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kalsel menyampaikan, pada tahun 2019 ini diprioritaskan untuk pembuatan database pelaku UMKM.

Database UMKM akan disusun secara terperinci, mulai nama, alamat, apa usahanya, berapa modalnya hingga berapa karyawannya dengan demikian dapat terpantau betul-betul perkembangannya dan data tentang UMKM di kalsel kurang lebih 39.000.

“Namun data tersebut masih mentah tidak bisa diambil patokan, karena tidak ada validitasnya,” kata Gustafa, Rabu (30/1/2019).

Agar bisa memastikan data tersebut akan dilakukan pendataan ulang, apakah sejumlah 39.000 itu itu masih aktif semua, atau sudah menjadi usaha berkembang hingga menjadi pengusaha besar, dan berapa yang sudah tutup atau tidak aktif lagi.

“Jadi semua harus benar-benar dilakukan pantauan nantinya, sehingga pembinaan bisa berjalan,” ucapnya.

Ditambahkannya pula untuk anggaran data dan pembinaan tersebut dan juga membangun database pelaku UMKM tersebut denga maksimalkan anggaran yang ada, meski kecil, tapi bisa sesuai dengan peruntukannya.

“Dengan dana yang ada dimamfaatkan namun sesuai dan tepat sasaran,” tambah Gustafa Yandi yang juga berharap Koperasi harus terpantau mengingat banyak koperasi yang tak lagi berjalan.

“Banyak koperasi yang mati suri, ini perlu didorong dan ditingkatkan,” tutup Gustafa.(azka)

Editor : Alfarabi