Surat Serentak untuk Jokowi, Sebagai Aksi Menyelamatkan Pegunungan Meratus

Sekelompok anak muda melakukan aksi menulis serentak surat yang ditujukan untuk Presiden RI. (Foto : Arif/Klikkalsel)

TABALONG, klikkalsel- Penolakan aktifitas pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Pegunungan Meratus terus digaungkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Melalui aksi menulis surat serantak yang berpusat di Tanjung Expo Center Tanjung, sekelompok penggiat lingkungan melakukan aksi menulis surat serentak untuk Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Koordinator Aksi Haris Fadillah mengatakan, aksi menulis surat serentak itu adalah dalam rangka solidaritas masyarakat yang meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk menyelamatkan kawasan Pegunungan Meratus dan menyelamatkan jutaan rakyat Kalimantan Selatan.

“Meratus dapat diselamatkan dengan cara membersihkannya dari aktifitas pertambangan dan perkebunan sawit,” ungkap Haris.

Haris juga menjelaskan, hutan yang terdapat yang di Meratus merupakan satu satunya hutan hujan di Kalimantan Selatan yang belum terjamah atau diexploitasi aktifitas pertambangan.

“Kalau hutan itu rusak maka hutan hujan di Kalimantan Selatan hanya akan menjadi dongeng untuk anak cucu kita,” jelasnya.

Haris menambahkan aksi serupa juga digelar serentak di 13 Kabupaten Kota se Kalimantan Selatan dan untuk pelaksanannya di Tabalong ia melibatkan beberapa komintas anak muda yang ada di Kabupaten Tabalong. Salah satunya komunitas Jejak Tabalong.

“Selain itu juga ada kawan kawan dari Kongres Sungai Tabalong, Rumah kedua Adventure, Palakatap, Palapubak dan Tarait Adventure,” imbuhnya.

Aksi selamatkan meratus, melalui aksi menulis surat serentak untuk presiden RI. (Foto : Arif/Klikkalsel)

Sementara itu menurut Ahmad Yunani Ketua komunitas Jejak Tabalong mengatakan, keikutsertaannya dalam aksi menulis surat serentak untuk Presiden RI dikarnakan keprihatinannya terhadap kondisi hutan meratus yang saat ini ingin ditambang.

Selain itu ia berharap, agar perizinan pertambangan dan perkebunan sawit yang akan dibuka di hutan Meratus untuk segera dicabut atau dibatalkan.

“Kami berupaya menyelamatkan hutan meratus agar kita juga menyelamatkan kehidupan yang mana di sana terdapat sumber kehidupan bagi manusia, flora dan fauna, save meratus,” tandasnya.(arif)

Editor : Alfarabi

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Tinggalkan Balasan