Banjarmasin

Stick Cone di Jalan A Yani Menuai Pro Kontra, Ada yang Menilai Membahayakan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejumlah Stick Cone untuk jalur sepeda yang terpasang di sepanjang Jalan A Yani dari Kilometer 2 hingga Kilometer 5 yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, menuai komentar dan pertanyaan dari masyarakat.

Salah satunya, warga Bumi Mas, Muhammad Alfian Nur yang kebetulan melintas di Jalan A Yani, Ia menilai, Stick Cone itu memang menguntungkan dan menjadi kebaikan bagi pengguna sepeda.

Namun menurutnya, keberadaan Stick Cone juga mengganggu bagi pengguna jalan, pasalnya tiang berdiameter tinggi 60 centimeter berwarna oren itu menurutnya, selain menghambat juga bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Sebagai pengguna jalan, menurut saya itu mengganggu, tapi kalo demi kebaikan pesepeda bagus. Terganggu seperti menghalangi pengguna jalan. Dan kemungkinan bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas, soalnya kan kecil juga dan bisa tak terlihat,” menurut Alfi yang saat itu kebetulan melintas, Sabtu (21/11/2020).

Senada dengan Muhammad Alfian Nur, Rahmat Aji Dian Putra, warga Jalan Gatot Subroto juga menilai dengan adanya Stick Cone itu justru lebih membahayakan pengguna jalan seperti kendaraan bermotor.

“Membahayakan, dan menghambat lalu lintas, sepertinya tidak ada gunanya,” ucapnya kepada klikkalsel.com.

Sementara, salah satu klub Sepeda Roadbike Mae menanggapi hal dengan adanya fasilitas sepeda berupa Stick Cone itu, Mahfuzani menurutnya ada bagusnya dan juga tidak.

“Kalau menurut saya ada bagusnya, ada juga tidak bagusnya,” katanya.

Ia menilai adanya Stick Cone ini baik buat pengguna sepeda, karena orang yang bersepeda dalam kota lebih rapi dan mempunyai jalan sepeda tersendiri.

Namun, masih banyak orang yang parkir di jalan sepeda, dan tidak semua jalan sepeda yang paling kiri bagus.

“Karena banyak aspal yang bergelombang dan tidak mulus, dan dijadikan parkir, pada akhir pesepeda mengambil jalan agak kekanan sedikit dan menghindari jalan tidak mulus serta bergelombang,” ungkapnya.

Mahfuzani juga berharap hendaknya jalan di Banjarmasin, pemerintah juga memperhatikan jalan yang bergelombang agar para pesepeda tindak mengambil jalan di luar lajur sepeda.

“Harapan kita pesepeda Banjarmasin hendaknya jalan di Banjarmasin untuk sepeda diperbaiki agar lebih mulus dan pesepeda tidak perlu mengambil kekanan menghindari jalan yang tidak baik,” tutupnya.

Dikonfirmasi, menanggapi komentar masyarakat terkait keberadaan Stick Cone tersebut Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama mengatakan, jalur sepeda ini terselenggara atas inisiatif Forum LLAJ Kota Banjarmasin yang berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Kalsel, BPTD wilayah XV Kalsel, Balai Pengelola jalan Provinsi kalimantan Selatan dan Dishub Provinsi Kalsel

Diawali dengan kajian Forum lalu lintas yang mana pada saat itu kita sudah menganalisa mengapa Jalan A Yani itu bisa digunakan khusus untuk lajur sepeda sebelah kiri jalan.

“Pertama lebar Jalan A Yani itu berkisar 21 sampai 22 meter, sehingga perlajurnya bisa dibagi 4, untuk itu secara kapasitas masih memungkinkan untuk lajur sepeda dengan terproteksi,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan, terkait volume lalu lintas yang ada di Jalan A Yani dengan kapasitas yang sudah ada, cukup menggunakan 3 lajur kendaraan bermotor.

Ia menambahakan, bahan material yang digunakan Stick Cone itu bahanya sangat lentur, ketika ditabrak atau tersenggol oleh kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4.

“Kami pastikan bahanya sangat lentur misalkan tertabrak motor atau mobil,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menambahkan, jika ada pengguna jalan yang bagaimana nanti ada yang menabrak Stick Cone tersebut. Sebenarnya ruas jalan A Yani sudah kota sediakan rambu batas kecepatan maksimal itu 40 kilometer per jam.
Artinya secara sikologis kecepatan dibawah 40 kilometer per jam, orang masih bisa merespon halangan dan rintangan yang ada di depan mata.

“Jika tidak bisa merespon, menurut saya bisa kita prediksi kecepatanya melebihi dari 40 kilometer per jam,” katanya.

Ia mengungkapkan, adanya tujuan pemasangan Stick Cone dan penyediaan lajur sepeda itu, Sesuai Pasal 25 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan. Salah satunya yang tertera adalah fasilitas untuk sepeda dan pejalan kaki dan penyandang cacat.

Oleh karena itu, pesepeda juga berhak mendapat kan lajur khusus untuk sepeda.

“Jadi A Yani adalah jalan yang kami sediakan khusus untuk lajur sepeda terproteksi. Karena kapasitas, volume dan lebar jalan itu memungkinkan untuk hal tersebut,” imbuhnya.

Sebab menurutnya, pemerintah Kota Banjarmasin telah menjadikan Jalan A Yani merupakan percontohan yang mengakomodir prioritas pengguna jalan.

“Seperti Pejalan Kaki (trotoar), Pesepeda (lajur sepeda terproteksi), Angkutan Umum (Trans Banjarmasin dan Halte), Mobil Listrik dan Kendaraan Pribadi (6 lajur) dengan pengaturan simpang yang sedang responsif,” sebutnya.

Disamping itu, ia menghimbau untuk masyarakat agar bisa mematuhi rambu 40 kilometer per jam yang ada di Jalan A Yani agar bisa dipatuhi. Pasalnya hal tersebut sangat mempengaruhi respon para pengendara yang melintas.

“Saya juga menghimbau untuk para pesepeda, karena sudah ada lajur khusus sepeda, agar kiranya bisa menggunakan lajur sepeda yang sudah disediakan. Dengan dipatuhinya rambu-rambu tersebut, untuk menjamin keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Terkai lajur sepeda yang bergelombang pihaknya melalui Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin, akan mengkoordinasikan ke instansi terkait pemeliharaan jalan raya juga berupaya dan berkomitmen bersama pemerintah untuk memperbaiki segala kekurangan untuk menyediakan lajur sepeda terproteksi sudah direalisasikan.

“Yang Tidak bagus kita evaluasi dan segera kita perbaiki , yang terpenting komitmen pemerintah menyediakan lajur sepeda terproteksi sudah direalisasikan,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran

1 Comment

1 Comment

  1. Budi

    21 November 2020, 21:34 at 21:34

    Mohon maaf,klo saran saya lbh baik di CAT seperti di Jln S. PARMAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top