Sejarah Hari Damkar Internasional 4 Mei, Begini Kisahnya

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemadam kebakaran dianggap sangat penting dalam sejarah, baik di Indonesia, ataupun di Dunia.

Dalam buku yang berjudul Principles of Protection karya Arthur Cote, P.E dan Percy Bugbee dijelaskan, pemadam kebakaran pertama kali dibentuk di zaman pemerintahan kaisar Agustus (Gaius Julius Caesar Octavianus) pada 27 SM sampai 12 Masehi.

Pada waktu itu pemerintahan Roma mengembangkan “Departemen kebakaran” yang mengorganisir para budak dan warga negara dalam wadah yang bernama satuan jaga.

Selanjutnya, dikeluarkan dekrit yang menyatakan seluruh rakyat wajib menjaga dan mengontrol api. Adapun satuan jaga tersebut merupakan organisasi (pemadam kebakaran) yang pertama.

Seiring waktu hal ini mulai diadopsi oleh banyak negara dan berkembang dengan kebutuhan serta fungsinya masing-masing.

Sedangkan peristiwa yang menyebabkan terciptanya tanggal 4 Mei sebagai Hari Pemadam Kebakaran ini dimulai pada tragedi tanggal 2 Desember 1998 di Linton Community, Australia. Peristiwa yang dikenal dengan Linton Bushfire itu begitu tragis hingga mengguncang seluruh dunia.

Linton adalah daerah berpenduduk di Victoria, Australia, dan petugas pemadam kebakaran pada saat itu sedang menangani kebakaran hutan besar-besaran. Mereka menyerukan untuk saling membantu. Hal ini mengakibatkan Brigade Bebas Geelong Barat datang ke tempat kejadian. Mereka tidak tahu tragedi dan keputusasaan yang menunggu mereka.

Petugas pemadam saat itu adalah Matthew Armstrong, Jason Thomas, Stuart Davidson, Chris Evans, dan Garry Vredeveldt semuanya dimuat ke dalam truk.

Mereka dikirim untuk membantu memadamkan. Namun, saat mereka berjalan ke zona panas, angin berubah arah secara tiba-tiba, yang mengakibatkan truk itu dilalap api, dan kelima anggota pemadam tersebut kehilangan nyawa mereka.

Sedangkan kenapa 4 Mei yang dipilih menjadi Hari Damkar Internasional ialah karena tanggal 4 Mei karena itu adalah hari Santo Florian. Santo Florian adalah salah satu petugas pemadam kebakaran pertama dari batalion Romawi yang sebenarnya dan menyelamatkan banyak nyawa, adalah santo pelindung petugas pemadam kebakaran.

Di Banjarmasin sendiri Damkar memiliki keunikan sendiri. Mereka berdiri dan dibentuk swadaya masyarakat sebagai tanggung jawab masyarakat untuk membantu pemerintah dalam melakukan pemadaman kebakaran.

Bukan hanya itu, organisasi yang dikenal dengan istilah Damkar Swasta itu sendiri, selain membantu memadamkan kebakaran, juga turut berpatisipasi dalam berbagai penanggulangan musibah yang terjadi.

Plt Kasat Pol PP dan Damkar Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin saat dimintai tanggapannya mengatakan peran setan serta Damkar, khususnya swasta banyak membantu pemerintah dalam menangani musibah kebakaran dan lainnya.

Ia yakin potensi besar dengan banyaknya jumlah Damkar swasta di Banjarmasin, jika dibina dan diarahkan dengan baik maka akan menjadi hal memiliki nilai positif sangat tinggi.

“Selamat Hari Damkar Internasional, semoga tetap Jaya, semoga dapat terus melayani dan memberikan yang terbaik bagi kita semua,” ujarnya. (david)

Editor : Akhmad

Tinggalkan Balasan