Banjarmasin

Relawan, Aset Besar Banjarmasin Dalam Menghadapi Bencana

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Banjir besar melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan. Menurut data 11 dari 13 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Selatan dihampiri oleh genangan air, tak terkecuali Banjarmasin.

Di Banjarmasin, air mulai menggenangi sebagian pemukiman warga sejak Rabu (13/1/2021) malam. Awalnya hanya beberapa kawasan saja yang terendam, namun beberapa hari kemudian jumlah kawasan yang terendam semakin meluas.

Kedatangan air yang tiba-tiba membuat sebagian besar warga panik. Disatu sisi mereka harus mengevakuasi sanak keluarganya karena khawatir air terus meninggi, di lain sisi mereka juga harus mengamankan harta benda mereka. Parahnya lagi di beberapa komplek perumahan banyak warga, khususnya perempuan serta Lansia yang terjebak tidak bisa keluar, karena genangan air yang cukup tinggi sudah menutup jalur keluar masuk komplek.

Di tengah kepanikan tersebut, beruntung Kota Banjarmasin memiliki ratusan Pemadam Kebakaran Swasta dan tim emergency yang tanpa diminta langsung melakukan langkah konkrit turun ke lapangan untuk membantu warga.

Malam itu, beberapa mobil double kabin milik damkar swasta dan tim relawan terlihat mondar-mandir keluar masuk kawasan pemukiman yang terendam banjir guna mengevakuasi warga. “Memang hanya mobil double kabin yang memungkinkan untuk keluar masuk mengingat tingginya air,” ujar anggota BPK Banua Anyar, Ahya.

Di malam berikutnya saat debit air terus naik, kesibukan relawan tersebut semakin menjadi-jadi. Banyaknya permintaan warga untuk dievakuasi membuat mereka harus kerja hingga dini hari. Beberapa diantaranya harus mengerahkan perahu karet dan ban dalam bekas truk untuk mengevakuasi warga karena tingginya debit air yang tidak dapat dilintasi kendaraan, bahkan mobil jenis double kabin.

Bukan soal evakuasi saja, beberapa tim relawan yang memiliki donator besar juga langsung bergerak cepat menyediakan konsumsi darurat kepada warga terdampak. Tak sedikit pula tim relawan yang mempelopori berdirinya dapur umum di beberapa titik banjir.

Baca Juga : Normalisasi Sungai dan Drainase Harga Mati

Ketua Harian Balakar 654 Banjarmasin, Taufiqurrahman saat dimintai pendapatnya mengatakan Banjarmasin memang memiliki kearifan lokal yang sulit ditiru daerah lain. Banjarmasin memiliki warga, Damkar swasta dan relawan yang memiliki rasa empati dan jiwa sosial sangat tinggi.

Rasa empati yang tumbuh alami dari bawah tersebut ujarnya adalah merupakan aset besar kota ini. Ia meyakinkan aset seperti ini tidak mudah untuk ditiru daerah lain. Bukan tanpa alasan, pria yang akrab disapa Kiba 4 tersebut menceritakan bahwa pihaknya pernah didatangi beberapa Dinas Damkar dari Pulau Jawa.

Ujar Kiba 4, mereka sengaja datang untuk melakukan study banding guna membentuk relawan-relawan mandiri di daerah mereka guna penanggulangan dini jika terjadi kebakaran dan bencana lain.

Sekembalinya dari Banjarmasin mereka kemudian menganggarkan dana besar-besaran guna pembelian mesin pemadam kebakaran portable dan perlengkapan lain guna diserahkan masyarakat. Namun ujar Kiba 4 upaya tersebut sia-sia, setelah diserah terimakan ke masyarakat, mesin pemadam dan perlengkapan lain tersebut hanya teronggok sia-sia di pos-pos yang dibangun di tiap kawasan.

“Tidak etis jika saya sebut itu dari dinas damkar daerah mana, namun yang jelas meski dengan anggaran besar mereka mengakui gagal meniru Banjarmasin. Dari situ saya menilai bahwa kearifan lokal yang muncul alami dari bawah seperti Banjarmasin ini sulit ditiru,” jelasnya.

Untuk itu berharap agar kearifan lokal ini dapat dijaga dan dipelihara baik oleh pemangku kepentingan seperti Pemerintah Kota Banjarmasin. Karena sangking sosialnya ujar Kiba 4, relawan ini tidak hanya ngurusi kebakaran dan bencana saja. Para relawan ini juga memberi manfaat besar bagi masyarakat pengguna jalan yang mengalami kecelakaan.

“Saat terjadi kecelakaan, relawan ini yang datang lebih dulu ke TKP dan mengevakuasi korban. Padahal ini merupakan ranah dan tanggung jawab pemerintah. Bayangkan dimana kita temui relawan seperti ini, yang bergerak s dan bermodal sendiri seperti ini, kecuali di Banjarmasin,” tegasnya.

Baca Juga : Dapat Surat Edaran Pembongkaran Bangunan di Atas Sungai, Warga Bongkar Sendiri

Sementara itu Camat Banjarmasin Timur, Ahmad Muzaiyin yang wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang terparah dilanda banjir mengakui besarnya peran serta damkar dan relawan yang ada di Banjarmasin dalam membantu warganya.

Ia meyakinkan tanpa peran dan upaya besar dari relawan, mungkin akan banyak warga yang menjadi korban akibat banjir yang datang mendadak tersebut. Ia mengakui di awal kejadian, pemerintah, khususnya Kecamatan Banjarmasin Timur tidak dapat berbuat maksimal dan cepat untuk membantu warga karena keterbatasan.

“Keterbatasan sarana dan personil pastinya. Misal di awal kajadian, banyak pns kami yang yang juga menjadi korban, sehingga menyelamatkan keluarganya dulu sebelum membantu warga lain,” ujarnya.

Selain itu ia pun mengapresiasi para relawan yang banyak berkorban tenaga, waktu, fikiran secara materil guna membantu mendistribusikan ke titik yang sulit dijangkau. Ia pun menyebut para relawan telah berjuang dengan tulus dan pamrih.

Bahkan ia pun sepakat jika damkar dan relawan yang ada di Banjarmasin ini disebut sebagai aset besar yang harus dibina dan dipelihara oleh pemerintah.

“Jangan ditanya lagi sumbangsih dan peran mereka dalam evakuasi serta penyaluran bantuan. Untuk itu saya atas nama pribadi dan pemerintah, khususnya Kecamatan Banjarmasin Timur mengucapkan terima kasih kepada para Damkar dan relawan yang sudah banyak membantu masyarakat di saat banjir kemaren,” pungkasnya. (David)

Editor : Amran

To Top