Rekontruksi Pembunuhan Lansia di Tanjung Berkat, Terungkap Motif Gegara Tak Dihutangi Rokok

Rekaadegan ke 8 Pelaku yang menebaskan Senjata Tajamnya ke Kepala Korban

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Polsek Banjarmasin Barat merekontruksi kasus penganiayaan terhadap sepasang Lansia hingga menyebabkan salah satunya tewas. Rekontruksi tersebut berisikan 20 adegan yang menggambarkan kejadian tragis tersebut, Sabtu (6/11/2021) silam.

Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Jalan Tanjung Berkat, RT 18, Kelurahan Teluk Tiram, Kecamatan Banjarmasin Barat dengan korbanya pasangan Lansia bernama Muhammad Jaini (71) dan Masrah (69).

“Pelaku ialah Muhammad Ridho yang juga merupakan warga setempat dan sempat diduga ODGJ,” kata Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Faizal Rahman melalui Kanit Reskrim Ipda Hendra Agustian Ginting usai rekonstruksi yang digelar di halaman Mapolsek Banjarmasin Barat, Senin (10/1/2022)

Kanit menyebutkan, motif dari peristiwa itu diduga lantaran pelaku sakit hati terhadap korban yang memiliki kios kecil ta mau memberinya hutang rokok.

“Pelaku sempat berkata (Ni behutang rokok), namun ditolak korban M Jaini dan berkata ini ni merokok terus,” jelasnya seperti reka adegan.

Kemudian, pelaku yang diduga tersinggung dengan perkataan korban kembali ke rumahnya dan mengambil sebilah senjata tajam yang bisa digunakan untuk membersihkan rumput.

“Pelaku kemudian kembali menghampiri korban dan menebaskan senjata tajamnya ke arah kepala korban hingga terjatuh ke tanah. Itu seperti adegan 8,” ujarnya.

Baca Juga : Penganiaya Anak Tiri Divonis 13 Tahun, Nenek Korban Sujud Syukur

Baca Juga : Jadi Joki Vaksin, Apa Bahayanya?

Setelah korbannya terjatuh, pelaku kembali menebaskan senjata tajamnya berkali kali ke tubuh korban hingga hanya bisa menangkisnya menggunakan kedua tangan.

Rekaadegan ke 10 Pelaku Ridho menebaskan senjata tajamnya ke korban yang sudah jatuh ke tanah

Kemudian, pelaku melihat Masrah dan juga menebaskan senjata tajamnya ke arahnya sebanyak dua kali.

“Setelah itu, pelaku kembali menghampiri M Jaini dan menebasnya lagi,” tuturnya.

Kemudian, saksi Sangaji yang melihat kejadian itu mencoba melerai. Namun dia juga ditodong oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

“Saksi yang takut langsung lari ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri dari amukan pelaku. Hingga diamankan warga dan polisi,” tuturnya.

Lebih lanjut, korban M Jaini, yang sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Sultan Suriansyah beberapa minggu kemudian dinyatakan meninggal setelah kejadian tersebut.

Sementara, pelaku yang sempat diduga ODGJ itu, dilakukan pemeriksaan kejiwaannya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum. Namun setelah dilakukan pemeriksaan selama dua pekan, pelaku dinyatakan dalam kondisi waras atau tidak dalam gangguan jiwa.

Atas dasar itu, perkara tersebut dilanjutkan sebagaimana mestinya guna mempertanggungkan perbuatannya.

“Sementara pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.(airlangga)

Editor: Abadi