PT Bangun Banua Tak Mau Jalan di Tempat

Direktur PT Bangun Banua Afrizaldi
Direktur PT Bangun Banua Afrizaldi

BANJARMASIN, klikkalsel.com – PT Bangun Banua menyiapkan sejumlah strategi baru untuk meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Selain memperkuat bisnis yang sudah berjalan, perusahaan daerah ini juga membidik sektor layanan rumah sakit hingga membuka bengkel kendaraan dinas milik pemerintah.

Langkah tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (29/7/2026).

Dalam rapat itu, PT Bangun Banua menerima berbagai masukan dari anggota dewan, mulai dari penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga arah pengembangan bisnis agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah.

Afrizaldi mengungkapkan, kinerja perusahaan terus mengalami peningkatan. Dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel naik dari sekitar Rp5 miliar pada 2024, menjadi Rp8,1 miliar pada 2025. Bahkan hingga Juni 2026, nilai dividen telah mencapai Rp9,1 miliar.

“Artinya ada perkembangan yang positif. Dengan skema bisnis yang masih sama, kami tetap mampu meningkatkan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Untuk 2027, PT Bangun Banua akan memaksimalkan keterlibatan dalam berbagai kegiatan rutin Pemprov Kalsel yang dapat dikerjakan oleh perusahaan daerah.

Menurut Afrizaldi, strategi tersebut tidak hanya membantu menekan pengeluaran pemerintah, tetapi juga memberikan keuntungan yang kembali ke kas daerah melalui dividen.

Baca Juga : Ruang Sidang Korupsi Mantan Kepala KPP Madya Banjarmasin Mendadak Gelap

Baca Juga : Rumah Gubernur Kalsel Ikut Padam, Muhidin Ajak Warga Kalsel Hemat Listrik 40 Persen

Salah satu langkah yang sudah direalisasikan adalah mendirikan bengkel kendaraan yang dikelola anak perusahaan PT Nusantara Bangun Banua di Jalan Ahmad Yani Km 28, Banjarbaru. Bengkel ini disiapkan untuk melayani perawatan dan servis kendaraan dinas milik Pemprov Kalsel.

“Ini menjadi salah satu upaya kami untuk menekan biaya rutin pemerintah, yang nantinya manfaatnya kembali menjadi milik pemerintah provinsi,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, PT Bangun Banua juga mulai membidik sektor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya rumah sakit, melalui penyediaan oksigen medis, alat kesehatan, hingga berbagai kebutuhan penunjang pelayanan kesehatan.

“Kami juga mendapat masukan dari Komisi II agar masuk ke sektor tersebut. Saat ini kami sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah penyedia yang nantinya dapat mendukung kerja sama tersebut,” katanya.

Dari sisi keuangan, target laba bersih PT Bangun Banua di 2026 ini, sebesar Rp15 miliar bahkan telah terlampaui.

Yang mana, hingga Juni 2026, laba bersih perusahaan telah mencapai sekitar Rp16 miliar dan diperkirakan mendekati Rp17 miliar.

“Peningkatan ini dicapai dengan potensi bisnis yang masih sama, belum termasuk potensi usaha baru yang sedang kami siapkan,” pungkas Afrizaldi. (azka)

Editor : Akhmad