Banjarmasin

Polantas Tewas Murni Gantung Diri

BANJARMASIN, klikkalsel – Kematian Aiptu Tarigan anggota Satlantas Polresta Banjarmasin yang tewas meregang nyawa tergantung dengan tali terikat di leher, menyisakan tanda tanya.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto di Ruang Pemulsaran Jenazah RSUD Ulin, saat proses Autopsi jasad Aiptu Tarigan.(foto : rizqon/klikkalsel)

Pasalnya, saat ditemukan jasad almarhum dalam posisi lutut tertekuk dan betis menyentuh ke tanah. Namun leher masih menggantung di seutas tali.

Guna memastikan penyebab kematian anggota polisi berinisial TRG, berusia 56 tahun tersebut. Polresta Banjarmasin melakukan otopsi terhadap jasad tersebut di ruang Pemulsaran Jenazah RSUD Ulin.

Dari pantauan pukul 08.30 hingga 13.00 Wita, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto berserta jajarannya dan Direskrimun Polda Kalsel Sofyan Hidayat terlihat meninjau langsung proses otopsi jenazah.

“Korban ditemukan jam 6.30 Wita oleh penjaga TK, di belakang TK itu ada asrama. Sudah kita lakukan olah TKP, kemudian kita lakukan otopsi agar tahu sebabnya kematiannya dan untuk mengungkapnya. Kita tunggu hasil dari pihak dokter,” bebernya kepada awak media.

Pun begitu, ia sudah mengatakan kalau korban tewas gantung diri. “Murni gantung diri,” pungkas Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sumarto saat meninggalkan Ruang Pemulsaran Jenasah RSUD Ulin

Sebelumnya, setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Korban ditemukan tewas tergantung di halaman teras PAUD/TK Bhayangkara Jalan Gunung Sari Banjarmasin Tengah. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya pakaian korban dan seutas tali diduga sarana gantung diri. (rizqon)

Editor : Farid

To Top