Perjalanan Panjang Petugas PPK, Tembus Desa Terpencil Distribusikan Logistik Pemilu

Petugas PPK Bintang Ara Kabupaten Tabalong gunakan perahu untuk mendistribusikan logistik pemilu 2019.(foto : arif/klikkalsel)

TANJUNG, klikkalsel- Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bintang Ara, Kabupaten Tabalong terus berjuang dan berpacu dengan waktu yang tersisa sebelum terselanggaranya pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang.

Agar pemilu dapat terselenggara tepat waktu, Petugas PPK Bintang Ara mulai mendistribusikan logistik pemilu dengan memperioritaskan desa terpencil yang merupakan wilayah terjauh di Kabupaten Tabalong, Minggu (14/4/2019).

Pantauan klikkalsel.com di kantor Kecamatan Bintang Ara, petugas PPK menggunakan sebuah truk coltdiesel untuk mengangkut 60 kotak suara berbahan kardus dan sejumlah logistik lainnya serta satu buah toyota hilux double cabin untuk membawa tim yang berangkat.

Secara umum terdapat 32 TPS di Kecamatan Bintang Ara dan 12 TPS diantaranya berada di desa-desa terpencil yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain petugas PPK juga tampak beberapa orang Panwaslu Kecamatan Bintang Ara yang nantinya juga turut memantau proses pendistribusian logistik pemilu.

Perdistribusian ini juga turut dikawal penuh oleh anggota gabungan TNI – Polri yang menggunakan kendaraan roda dua jenis trail.

Tak hanya menempuh jalur darat, kondisi medan yang sangat sulit dan jarak tempuh menuju dua desa selanjutnya cukup jauh membuat petugas PPK terpaksa harus terbagi menjadi dua tim. Satu tim melalui jalur darat dan tim lainnya melalui jalur sungai.

Agar dapat melalui jalur sungai petugas PPK menyewa tiga buah perahu (Ketinting) milik warga Desa Panaan, dua perahu khusus mengangkut logistik pemilu dan satu perahu mengangkut penumpang.

Tingginya debit air sungai juga membuat petugas PPK harus membungkus ekstra kotak suara dengan menggunakan plastik berukuran besar yang ikat dengan karet yang biasa digunakan untuk membuat ketapel.

Setelah kotak disusun rapi ke dalam perahu selanjutnya petugas PPK menutup susunan kotak suara dengan menggunanakan plastik tebal untuk menghindari hujan dan hal–hal yang dapat merusak logistik selama di perjalanan.

Menempuh perjalanan dengan menggunakan perahu motor selama kurang lebih satu setengah jam menuju Desa Dambung Raya dengan kondisi arus sungai yang cukup deras serta debit air yang tinggi.

Setibanya di dermaga Desa Dambung Raya satu persatu kotak suara mulai diturunkan dari perahu dan selanjutnya dinaikkan ke atas mobil pick up milik warga yang sudah dimofikasi sedemikan rupa untuk dapat melalui medan berlumpur.

Terbatasnya alat transportasi yang tersedia di Desa Dambung Raya membuat sebagian Petugas PPK dan anggota lainnya terpaksa harus menumpangi kendaraan roda milik warga yang sehari hari digunakan warga untuk mengangkut karet.

Jembatan ambruk di Desa Panaan memaksa petugas PPK harus berjalan kaki dan memikul logistik menuju Kecamatan Panaan.(foto : arif/klikkalsel)

Beberapa orang anggota polisi yang tiba lebih juga turut membantu mengangkut Petugas PPK untuk menuju desa selanjutnya yaitu Desa Hegar Manah.

Setibanya di Desa Hegar Manah Petugas PPK melanjutkan pekerjaannya mengantar logistik pemilu ke beberapa TPS yang tersebar di desa – desa terpencil di Kabupaten Tabalong.

Iwanjar Wibowo Petugas PPK Bintang Ara menjelaskan logistik yang diangkut melalui jalur sungai sebanyak 25 paket logistik yang selanjutnya akan didistribusikan ke lima TPS.

“Untuk Desa Dambung Raya terdapat tiga TPS dan Desa Hegar Manah dua TPS,” terangnya.

Ia menambahkan sementara ini pihaknya hanya fokus melakukan pendistribusian ke desa–desa terpencil dan medan yang sulit. Setelah semua dinyatakan rampung baru pihaknya akan mendistribusikan ke wilayah–wilayah yang lebih mudah dijangkau.

“Karena tiga desa tersebut jaraknya paling jauh dan aksesnya sulit dilalui,” pungkasnya.(arif)

Editor : Alfarabi