Penerepan PSBB di Banjarmasin Tak Pengaruhi Penurunan Volume Sampah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tidak berpengaruh besar bagi pengurangan sampah di Banjarmasin. Meskipun sebagian besar warga Banjarmasin melakukan kegiatan di rumah imbas dari penerapan PSBB, namun volume sampah di Banjarmasin tidak ada pengurangan yang signifikan.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Mukhyar. Menurutnya, meski pun PSBB jumlah sampah yang diangkut petugasnya tidak berubah.
“Sebetulnya, ini kan berbarengan dengan bulan Ramadhan, yang mana biasanya setiap Ramadhan ada peningkatan sampah sebanyak 10 persen, tapi karena bulan Ramadhan ini diberlakukan PSBB sehingga sampah masih normal seperti biasa kisaran 400 hingga 500 ton perhari,” jelasnya, Minggu (3/5/2020).
Selain itu, dikarenakan Banjarmasin saat ini sedang menerapkan PSBB, maka Dinas Lingkungan Hidup membekali petugasnya dengan surat tugas, karena sebagian besar petugasnya bekerja di atas waktu pemberlakuan jam malam.
“Kemarin ada beberapa yang kesulitan, karena mereka ada yang dari Kabupaten Banjar dan juga Batola, dan awalnya ada beberapa kendala untuk masuk ke Banjarmasin yang ditanyakan oleh petugas pos PSBB, tapi ketika mereka menunjukan bahwa mereka petugas kebersihan lalu itu bisa ditoleransi,” ucap Mukhyar.
Mukhyar juga mengatakan bahwa seharusnya petugas kebersihan tidak perlu diberikan surat tugas, karena melakukan kebersihan sudah menjadi tugas mereka, meskipun saat masa penerapan PSBB saat ini.
Mukhyar juga sudah mengimbau seluruh petugas kebersihannya agar selalu menggunakan masker dan sarung tangan saat melakukan pekerjaan.
“Kita sudah mengimbau mereka agar menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), dan untuk saat ini kita sedang melakukan percepatan pengadaan itu untuk mereka,” tuturnya.
Mukhyar juga sempat mengeluhkan, saat pemadaman listrik dilakukan, karena menurutnya hal tersebut mengganggu petugasnya untuk mengangkut sampah.
“Ada kendala kemarin ketika pemadaman aliran lampu, jadi kami minta di titik tertentu yang ada TPS jangan dipadamkan, karena itu mengganggu aktifitas mereka untuk mengangkut dan kalau mereka terganggu durasi pengangkutan akan bertambah, yang seharusnya sekian jam selesai jadi bertambah, padahal kan mereka juga perlu istirahat apalagi di bulan suci Ramadhan ini,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran

Tinggalkan Balasan