BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus memperkuat upaya penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap hasil survei nasional yang menunjukkan adanya penurunan kesadaran terhadap nilai-nilai cinta tanah air di tengah perkembangan era digital yang semakin masif.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mengatakan tantangan menjaga semangat kebangsaan saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital membuat masyarakat, terutama generasi muda, menerima berbagai informasi tanpa batas.
“Berdasarkan hasil survei, penelitian, dan sensus secara nasional, memang ada penurunan tingkat kesadaran cinta tanah air dan sebagainya. Dan itu yang coba kita munculkan kembali,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena saat ini komposisi penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z dan generasi milenial yang akan menjadi tulang punggung menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, Kesbangpol Banjarmasin memfokuskan program sosialisasi wawasan kebangsaan ke lingkungan pendidikan, khususnya tingkat SMP dan SMA.
Baca Juga :Â Sidang OTT KPK, Kepala Badan Kesbangpol HSU Jadi Perantara Permintaan Uang Penyelesaian Perkara Dana Hibah KPU
Baca Juga :Â Banjarmasin Raih Predikat Kota Toleran 2025, Kesbangpol: Jadi Momentum Tingkatkan Peringkat Nasional
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya menanamkan kembali pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat keberagaman bangsa.
“Ini untuk mencoba menumbuhkan cinta tanah air, menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan, serta nilai luhur nenek moyang kita dulu yang terwujud dalam empat pilar ini. Kita berharap jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa,” tegasnya.
Muzaiyin menjelaskan, penguatan wawasan kebangsaan tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah semata. Menurutnya, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol Banjarmasin juga bersinergi dengan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kota Banjarmasin untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
“Tanpa selain usaha pemerintah, tentu ada peran keluarga, peran masyarakat, serta peran sekolah di dalamnya untuk secara bersama-sama memberikan upaya lebih jauh lagi,” tuturnya.
Ia menilai penggunaan gawai dan media digital ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi membuka akses informasi yang luas, namun di sisi lain juga berpotensi membuat generasi muda terpapar informasi yang belum tentu benar atau bahkan mengandung hoaks.
“Informasi-informasi yang diterima mereka itu belum tentu sepenuhnya benar. Jadi, tugas kita adalah memfilter informasi tersebut mana yang baik, mana yang tidak. Itu yang coba kita maksimalkan melalui kegiatan sosialisasi ini,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran





