TANJUNG, Klikkalsel.com – Sekda Tabalong Hj Hamida Munawarah menghadiri Forum Konsultasi Publik 2025 Balai POM di Tabalong yang berlangsung di Balai Dandung Suchrowardi, pada Rabu (20/05/2026).
Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Kabupaten Tabalong turut dihadiri perwakilan unsur Forkopimda dari empat kabupaten, yakni Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, dan Hulu Sungai Tengah (HST).
“Kami selaku Pemkab Tabalong sangat mengaspresiasi dan memberikan penghargaan kepada Balai POM di Tabalong atas terselenggaranya kegiatan ini, menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT)” ucapnya dałam sambutan.
Ia mengatakan bahwa penyalahgunaan obat-obatan tertentu menjadi salah satu persoalan serius yang memerlukan perhatian dan penanganan bersama.
“Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan generasi muda, mengganggu keamanan lingkungan, serta merusak kehidupan sosial masyarakat secara luas,” katanya.
Baca Juga : Generasi Muda Banua Jadi Sasaran Penyalahgunaan Obat, BBPOM dan Pemprov Kalsel Perketat Pengawasan
Baca Juga : Polemik Santri Al-Hikmah Belum dapat Perhatian Serius DPRD Kalsel
Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi dan kerja sama yang kuat semua pihak dalam bahaya penyalahgunaan obat-obatan.
“Diperlukan sinergi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan, edukasi, dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan,” ujarnya.
Sekda juga menambahkan, Pemkab Tabalong mendukung berbagai langkah preventif dan edukatif yang dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat, khususnya generasi muda dari penyalahgunaan obat-obatan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir komitmen bersama serta langkah-langkah konkret yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya. (Reno)
Editor: Abadi





