Pembunuh Levie Prisilia Jalani Runut Adegan Rekonstruksi

Reka adegan tersangka usai menusuk perut dan dada korban. Kemudian mencekik leher korban menggunakan helaian kain. (Foto:rizqon/klikkalsel)

BANJAR, klikkalsel- Jajaran Sat Reskrim Polres Banjar dan Polsek Gambut menggelar reka ulang pembunuhan Levie Prisilia (35) yang menjadi korban keganasan Herman (25) alias Edon.

Reka ulang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan A Yani KM 11,8 kawasan Grand Aston Banua, Selasa (4/12/2018). Rekonstruksi berlangsung sebanyak 87 adegan yang diperagakan oleh tersangka Herman alias Edon, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Tempat pertama reka ulang berlangsung di halaman Polsek Gambut, pada pukul 10.00 WITA. Sebagai lokasi pengganti yang menceritakan, korban dan tersangka berkomunikasi via telepon genggam.

Guna memastikan rencana ritual, pada Jumat dini hari atau pada malam Jumat, waktu kejadian perkara 23 November lalu.

Herman alias Ebon menjalani adegan rekonstruksi saat menggunakan gunting yang digunakan menusuk korban. Sedangkan helaian kain tersebut, sebagai alat ritual kemudian digunakan untuk mencekik leher korban. (Foto:rizqon/klikkalsel)

Seleteh itu di lokasi ke dua, tersangka mendatangi rumah korban di perumahan Grand Aston Banua Jalan A Yani KM 11, dengan mengendarai barang bukti sepeda motor DA 4465 OR.

Kemudian, tersangka dan korban berpindah ke lokasi ke tiga di ATM Center di perumahan tersebut, dengan mengendari kendaraan masing-masing. Bermaksud melangsungkan ritual pada malam harinya.

Namun, saat akan tersangka melakukan ritual kepada korban, sempat terlihat petugas keamanan perumahan.

Selanjutnya, tersangka dan korban berpindah ke tepi jalan beberapa meter dari gerbang Grand Aston Banua. Tepatnya di depan showroom mobil yang merupakan lokasi ke empat, inti dari rekonstruksi.

Di TKP tersebut, terjadi pembunuhan yang sebelumnya dilakukan adegan ritual oleh tersangka yang mengaku sebagai paranormal. Untuk membantu usaha dan keharmonisan rumah tangga korban.

Dari puncak rekonstruksi pembunuhan dalam mobil itu, korban dan tersangka sempat terjadi cekcok mulut. Hingga berujung aksi sadis Herman alias Ebon yang menewaskan Levie Prisilia, dengan menusukan gunting beberapa kali ke bagian perut, dada, dan leher korban.

Total ada 87 runut adegan rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut, langsung diperagakan oleh tersangka, dan sejumlah saksi. Sedangkan, korban dilakoni oleh seorang polwan.

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan saat menerangkan proses rekonstruksi kepada awak media. (Foto:rizqon/klikkalsel)

Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan menerangkan reka adegan dilakukan, guna melengkapi pemberkasan kasus.

“Alhamdulillah dari agedan pertama sampai akhir, TKP penemuan jasad korban telah kita laksanakan. Ada penambahan reka adegan dari tersangka, untuk melengkapi berkas. Penusukan ada beberapa adegan, yang penambahan di bagian dada,” ungkapnya didamping Kapolsek Gambut AKP Purnoto.

AKP Sofyan menambahkan bahwa tersangka melakukan reka adegan sesuai dengan pemeriksaan penyidik.

“Kita lihat dari tersangka sendiri dan kita tidak mengarahkan. Dia mempratekkan apa yang terjadi dan benar-benar yang ia lakukan terhadap korban,” ujarnya.

Sementara itu, motif pembunuhan diduga didasari kekesalan tersangka. Pasalnya, korban sempat memarahi tersangka kendati merasa ritual yang dilakukan gagal.

“Ini murni tindak pidana, pembunuhan karena kesal dimarahi oleh korban. Pelaku kita kenakan pasal 365 dan atau 338 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan,” tukasnya(rizqon)

Editor : Alfarabi