Pembangunan Balangan, Capaian Sektor Kesehatan Memuaskan

Bupati Balangan H Ansharuddin ketika menyerahkan kartu JKN-KIS bagi warga yang berhak. (istimewa)
Bupati Balangan H Ansharuddin ketika menyerahkan kartu JKN-KIS bagi warga yang berhak. (istimewa)
PARINGIN, klikkkalsel.com – Di empat tahun pembangunan Kabupaten Balangan di bawah kepemimpinan Bupati Balangan H Ansharuddin dan wakilnya H Syaifullah periode 2016-2021, kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan kesehatan terlihat meningkat pesat.
Menurut Bupati Balangan H Ansharuddin, pembangunan di bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara merata dan murah. Kemudian diharapkan akan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia. Sehingga, faktor kesehatan menjadi syarat mendasar bagi manusia sebelum memulai aktivitas hidupnya, karena manusia yang tidak sehat tidak akan mampu berkiprah secara optimal.
Bupati Balangan H Ansharuddin berfoto bersama sambil menunjukkan penghargaan BKKBN. (istimewa)
“Jadi sektor kesehatan ini jadi utama kita dalam mewujudkan misi pertama yakni, kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan,’’ ucapnya.
Sasaran meningkatnya kualitas kesehatan pada 2019 memiliki rata-rata capaian sebesar 85,58 persen. Di mana capaian tersebut, tergambar dalam program yang dijalankan yakni, pertama termuat dalam Indikator Usia Harapan Hidup (UHP)  terdiri atas program upaya kesehatan masyarakat, program obat dan perbekalan kesehatan, program pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.
Kemudian, Indikator Angka Kematian Ibu (AKI) terdiri atas program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dan program kesehatan keluarga.
Sedangkan yang ketiga Indikator Angka Kematian Bayi (AKB) terdiri atas program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita.
Kemudian, Capaian UHH Kabupaten Balangan 2019 adalah 98,07 persen, lebih baik dibanding 2018. Di manamana angkanya di 98,02 persen. Dengan capaian ini, maka predikat kinerja yang dicapai sangat tinggi. Target 2019 usia harapan hidup berada pada angka 68,92 persen sedangkan realisasi berada pada angka 67,59 persen (sesuai data BPS Balangan).
Capaian pada 2019 mengalami kenaikan UHH yaitu sebesar 0,05 persen jika dibandingkan dengan capaian di 2018.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat Usia Harapan Hidup di Balangan adalah pertama, Morbiditas (kesakitan) dan mortality (Kematian). Semakin rendah angka kesakitan dan kematian maka semakin tinggi pula UHH. Di Balangan angka kesakitan dan kematian dapat ditekan dengan pencegahan dan pengobatan melalui jaminan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Balangan memberikan Universal Coverage Health kepada seluruh warga masyarakat Balangan.
Selanjutnya kesehatan lansia, pelayanan kesehatan lansia di puskesmas oleh tim posyandu usia lansia setiap bulan dan setiap minggu untuk kelompok lansia Kabupaten yang bekerja sama dengan PKK Kabupaten, disamping itu pembentukan puskesmas santun lansia dan berkoordinasi dengan kepala desa yang belum memiliki posyandu agar membentuk posyandu untuk lansia dan dana untuk pelaksanaannya dianggarkan dari dana desa.
Hal lain Penyakit menular dan tidak menular, pencegahan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) yaitu pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini PTM melalui Posbindu, Pustu maupun Puskesmas, melaksanakan program imunisasi yang bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pelayanan kesehatan dasar melalui program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan dan program penguatan jaminan kesehatan dan dukungan finansial untuk penjaminan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurunkan AKI dan AKB melalui beberapa program dan kegiatan yang mendukung penurunan AKI dan AKB untuk meningkatkan UHH. Capaian indikator UHH pada tahun 2019 dengan target capaian tahun 2021 adalah 97,06 artinya predikat Sangat Tinggi. Sedangkan target UHH pada akhir RPJMD adalah 69,64 persen. Adapun perbandingan Realisasi UHH provinsi adalah 68,23 persen sedangkan realisasi UHH Kabupaten Balangan adalah 67,59 persen. Ini mengindikasikan usia harapan hidup Balangan sedikit lebih rendah yakni selisih 0,64 persen.
Dalam rangka merealisasikan penurunan angka AKI ini ada beberapa program yang dijalankan yakni, melaksanakan kelas ibu hamil sebanyak 73 kelas, ini di danai oleh APBD, DAK dan CSR PT Adaro. Pengadaan dua buah rumah tunggu di wilayah kerja Puskesmas Paringin dan wilayah kerja Puskesmas Tebing Tinggi dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digunakan untuk peristirahatan ibu hamil resiko tinggi.
Penambahan jumlah poskesdes, dengan penambahan 10 buah Poskesdes baru dan dua buah penambahan ruang, agar seluruh desa memiliki Poskesdes sehingga kedepannya poskesdes merata di Kabupaten Balangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan melalui APBD II yang diakomodir oleh Dinas Kesehatan membayar premi asuransi kesehatan ke BPJS antara lain jaminan tersebut dapat digunakan untuk ibu hamil, ibu bersalin dan nifas agar memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan.
Mengadakan pengkajian kasus-kasus kematian ibu mulai dari tingkat puskesmas sampai tingkat Kabupaten dengan tim manajemen, pengkaji, dan tim komunitas pelayanan SpOG. Pemeriksaan terhadap ibu hamil sesegera mungkin sebelum usia kehamilan 12 minggu dan pemeriksaan ibu hamil sesuai standar baik di Puskesmas dan jaringannya.
Mendatangkan Dokter Spesialis Obgyn ke puskesmas untuk mendeteksi resiko ibu hamil dan meningkatkan pengetahuan bidan yang dilakukan di enam puskesmas, yaitu Puskesmas Tanah Habang, Awayan, Uren, Halong, Tebing Tinggi dan Juai. (lapsus)
Penulis : Fitri
Editor : Akhmad