Pasokan Tidak Lancar, Harga Sayur dari Pulau Jawa Mulai Naik

Pedagang sayur yang mengeluhkan kenaikan harga, akibat pasokan kurang lancar. (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Kondisi cuaca hujan menjadi membuat pasukan sayuran dari pulau jawa seperti koll, bawang prei, wartel, kentang dan tomat merah tidak lancar.

Akibatnya stok menipis dan menyebabkan harganya mulai merangkak naik.

Pantauan klikkalsel.com, di sejumlah pasar tradisional Banjarmasin Senin (11/2/2019). Misalnya, Pasar Veteran, harga sayuran asal Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir cendrung naik.

Alasannya, pasokan yang mulai terganggu lantaran curah hujan yang masih cukup tinggi.

Walaupun masih ada juga harga sejumlah sayuran yang cendrung bertahan.

Imah mengatakan, untuk pasokan sayuran masih terbilang lancar akan tetapi pasokan sayur dari pulau jawa sedikit terlambat diakibatkan kondisi musim hujan.

“Kalau sayuran cukup, kadang datangnya agak lambat terutama asal sayuran dari pulau Jawa. Sehingga harga sayur terutama dari pulau jawa sedikit terdongkrak naik,” kata pedagang sayur di Pasar Veteran ini.

Menurut dia, harga wartel, bawang prei, cabei merah besar kentang hingga kubis baik di pasar tradisional agen besar hingga pasar kecil merangkak dari Rp2.000 sampai Rp 4.000, perkilonya.

Sedangkan untuk cabai di sejumlah pasar masih bertahan di harga Rp20.000 sampai Rp18.000 tiap kilonya.

Hal senada juga diungkapkan Sukirno pedagang di Pasar Lama. Ia mengatakan, harga sayuran asal Pulau Jawa yang mengalami kenaikan mengakibatkan penjualan sepi pembeli, karena masyarakat lebih menahan diri.

“Kecuali penjual makanan siap saji yang membeli, kalau ibu-ibu rumah tangga kebanyakan menahan diri untuk tidak membeli,” katanya.

walaupun beberapa sayuran merangkak naik namun ada beberapa sayuran yang harganya masih bertahan seperti bawang putih dan bawang merah asal Brebes.

“Selain itu harga sayuran kentang, wartel yang naik juga sayuran lain seperti terong, kacang-kacangan Rp8.000. Dan sawi serta kangkung dijual Rp2.000 per ikatnya,” ucapnya . (azka)

Editor : Farid