Operasi Balita Penderita Atresia Ani Dijamin Pemko Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel- Setelah ramai diberitakan oleh media, Muhammad Rizki (4) balita yang tidak memiliki anus disambangi oleh Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah.

Wakil Walikota didampingi jajaran Forkopimda dan Staf Ahli Ideologi dan Politik Kodam IV/ Mulawarman, Kolonel Inf JXB Nunes disela kegiatan pembukaan TMMD, Kamis (11/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut ia melihat langsung kondisi balita yang jika buang air besar harus melalui lubang buatan pada pinggang kirinya tersebut.

Ia pun mendapat penjelasan dari kedua orangtua balita, Sugiannor (38) dan Niah (34) yang merupakan warga kawasan Kuin Kecil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, bahwa anak mereka harus dioperasi lagi pada usia 5 tahun untuk pembuatan anus.

Melihat kondisi tersebut Hermansyah berjanji bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin akan menanggung sepenuhnya biaya pengobatan Rizki jika saatnya nanti akan dioperasi.

“Ini adalah bagian tanggung jawab pemerintah. Namun sementara harus tetap kontrol ke Puskemas terdekat untuk memantau kesehatan si anak,” ujar Hermansyah kepada kedua orang tua Rizki.

Sementara itu sehari sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi bersama jajarannya telah terlebih dahulu mendatangi rumah Rizki untuk memeriksa kondisinya.

“Kondisinya sehat, namun kita telah minta Kepala Puskemas Pekauman untuk terus memantau kesehatan Rizki,” ujar Machli sehari sebelumnya.

Senada dengan Hermansyah ia pun akan mengupayakan operasi Rizki yang kemungkinan dilakukan setahun kemudian bebas dari biaya.

Selain itu ia pun menjelaskan jika kondisi yang dialami Rizki tersebut dalam dunia kesehatan dikenal dengan bernama Atresia Ani atau disebut juga anus imperforata adalah salah satu jenis cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan mencapai 5-7 minggu, di mana perkembangan bentuk rektum sampai anus tidak sempurna.

“Dan tindakan operasi yang dilakukan di awal sudah benar. Kini tinggal usia Rizki 5 hingga 6 tahun baru dioperasi lagi,” jelasnya.

Hal tersebut karena pada saat operasi nanti akan dilakukan pembiusan total dan juga harus membutuhkan kondisi fisik yang sesuai.(david)

Editor : Amran