Lima Tahun Sawah Tak Bisa Digarap, Diduga Akibat Perkebunan Sawit

Lahan persawahan tak bisa ditanami padi akibat selalu terendam.
KANDANGAN, klikkalsel.com – Sudah lebih 5 tahun, lahan persawahan di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), terbengkalai dan tak ditanami warga setempat.
Hal tersebut dikarenakan lahan seluas lebih dari 100 hektare itu, selalu terendam air yang diduga akibat penyumbatan aliran sungai.
Penyumbatan sungai itu diduga akibat kegiatan PT SLS yang bergerak dibidang sawit, sehingga genangan air tak bisa mengalir.
Dari informasi yang dihimpun klikkalsel.com, tersumbatnya pengairan di lahan tersebut diduga karena adanya bloking sungai di salah satu titik aliran sungai di sekitar persawahan setempat.
“Kalau dahulu, setiap Februari pasti sudah kering dan bisa kami tanami, tapi sekarang selalu terendam,” ucap seorang warga setempat yang tak mau disebutkan namanya, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga : Corona Mewabah, Fungsi Alat Deteksi Bandara Dipertanyakan, Bagaimana Kalsel?
Sebelumnya di persawah itu banyak Petani dari berbagai desa yang menanam padi, seperti Desa Tebing Tinggi, Tambingkar, Sirih Hulu, Sirih Hilir, serta Desa Garunggang.
Hingga kini masih belum diketahui pasti penyebabnya, karena selama 5 tahun ini masyarakat setempat hanya bisa berdiam diri karena tak berani menelusuri.
“Kami di sini tidak berani menuduh siapa penyebabnya, yang jelas dahulu kami masih bisa bertani di sini sebelum kondisinya seperti ini,” ucap pria 60 tahunan.
Baca Juga : Ingin Merumput di Eropa, Hasnur Ingin Bertemu Keluarga Bagus Kahfi
Sementara dari pantauan saat mengikuti sidak DPRD HSS ke lokasi, kondisi air Sungai Buluh di persawahan tersebut tidak mengalir sama sekali, bahkan genangan air di sawah setinggi lutut hingga sepinggang orang dewasa. (reyhan)
Editor : Akhmad