Langka di Pasaran, Harga Susu Beruang Hingga Capai Rp 22 Ribu

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Semenjak viral di sejumlah sosial media serta diburu banyak konsumen, lantaran Susu Beruang atau Bear Brand di klaim masyarakat dapat menjaga imun dan mempercepat pulih dari Covid-19.

Susu produksi Nestle tersebut, beberapa pekan terakhir seakan menjadi barang langka yang mahal akibat panic buying yang dilakukan masyarakat.

Di Banjarmasin, Nazril misalnya, yang mengaku rela masuk keluar kios atau pasar demi mendapatkan susu dalam kemasan kaleng tersebut agar dapat dikonsumsi keluarganya.

“Sekarang susah carinya, kalaupun ada harganya melonjak sekali. Kemarin saya beli Rp17 ribu per kaleng. Bahkan, teman saya pernah beli seharga Rp22 ribu,” kata Nazril, Jumat (20/8/2021).

Ia juga mengungkapkan, susu beruang tersebut selain untuk di konsumsinya sendiri dan keluarga sebagian lagi dibagikan untuk rekan-rekannya di kantor.

“Kemarin sempat beli, dapatnya satu karton aja, isinya 30 kaleng. Tapi, itu dibagi-bagi buat karyawan yang tugas di lapangan, biasa masing-masing diberi sekaleng tiap hari. Saya di rumah sekeluarga juga konsumsi buat menjaga kesehatan,” jelasnya karyawan di salah satu perusahaan swasta itu.

Lebih lanjutnya, beberapa hari belakangan ia mengaku produk tersebut sudah susah dicari di sejumlah pedagang karena stoknya banyak kosong.

Kendati demikian, Nazril mengaku tetap akan mencarinya dan membelinya, karena susu tersebut merasa perlu untuk dikonsumsinya. Guna tetap menjaga kesehatan serta imun tubuh di masa pandemi saat ini.

“Ya mau gimana lagi. Meski mahal, tetap dibeli. Tapi seadanya aja dulu. Mudah-mudahan harganya cepat normal lagi,” harapnya.

Disamping itu, Suhaimi, pemilik toko kelontongan yang berada di kawasan Sultan Adam, Banjarmasin. Mengakui, sebelumnya harga susu beruang itu dijualnya seharga Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kaleng.

“Sekarang ini harganya naik sekali sampai dua kali lipat. Saya jual Rp 17 ribu per kaleng. Tapi, kosong juga barangnya. Kata sales yang biasa ke sini, distribusi susu tersebut normal saja dari produsennya. Tapi, setiap datang, langsung habis diborong orang, jadi mereka tidak bisa menjual ke toko-toko lagi,” jelasnya.

Baca Selengkapnya Dihalaman Selanjutnya :