Banjarmasin

KONI Kalsel Fokus Hadapi Pra PON dan PON

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat melepas kontingen altet pada PON Jawa Barat, lalu. (net)

BANJARMASIN – Kalimantan Selatan (Kalsel) sepertinya sudah berhasil move on dari kegagalan merebut tuan rumah PON 2024.

KONI Kalsel pun mulai banyak berbenah dan lebih fokus terhadap Pra PON maupun PON.

Oleh karena itu, kata Kabid Pembudayaan Olahraga Dinas Olahraga Kalsel Yuyu Rahmad meminta, ada pembinaan atlet sejak usia dini, karena menjadi tolak ukur kemajuan olahraga di Kalsel.

Menurutnya, KONI harus memiliki program terencana dan mencakup seluruh daerah, terutama regenerasi altet. Sebab, bibit-bibit atlet tak bisa didapat secara instan tanpa program berkelanjutan di setiap kabupaten/kota.

“Keinginan gubernur adalah mendapatkan atlet di setiap kompetisi atau kejuaraan di kabupaten/kota,” ujarnya mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam pembukaan Rakonprov 2018, di Hotel Best Wastern, Rabu (10/5/2018).

Diharapkan, kata dia, program pencarian potensi atlet terus digali dengan sebaik-baiknya.

Ketuan Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama menyampaikan, agenda Rakon kali ini membahas program kerja tahun berikutnya menuju Pra PON 2019 maupun PON di 2020, Papua.

Sementara untuk semangat menjadi tuan rumah PON, KONI Kalsel menurutnya hanya bisa mengambil hikmah dari hasil Musorlubnas kemarin.

Ia menyadari, persiapan lebih matang sangat menentukan. “Seperti halnya, Sumatera Utara dan Aceh yang sudah beberapa kali gagal mencalonkan diri dan juga NTB yang terus berusaha mematangkan persiapan,” sebutnya.

Jadi, katanya, Kalsel masih perlu banyak belajar lagi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin apabila ingin menjadi tuan rumah PON.

“Mereka sudah lama mempersiapkan diri, bahkan beberapa kali gagal, namun tetap maju sambil mematangkan persiapan,” katanya. (iyan)

Editor : Farid

To Top