Sosial  

Kepercayaan Jamaah Menguat, Penerimaan Infak Masjid Al Jihad Tembus Hampir Setengah Miliar

Masjid Al Jihad Banjarmasin berkomitmen dalam tranparansi laporan keuangan untuk menjaga kepercayaan jamaah.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana Masjid Al Jihad Banjarmasin terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya penerimaan infak dan sedekah sepanjang Mei 2026 yang mencapai Rp476.442.000.

Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan penerimaan pada April 2026 yang tercatat sebesar Rp331.265.002. Di sisi lain, aktivitas dan program masjid yang semakin intensif juga membuat pengeluaran operasional meningkat menjadi Rp448.737.783 dari sebelumnya Rp425.217.295.

Meski pengeluaran bertambah, Masjid Al Jihad tetap membukukan surplus sebesar Rp27.704.217 pada Mei 2026.

Ketua Takmir Masjid Al Jihad Banjarmasin, H. Taufik menerangkan, penerimaan dana berasal dari berbagai sumber, di antaranya kotak infak harian, transfer bank, QRIS, infak UMKM, pengajian, infak buka puasa sunnah, bantuan jenazah dhuafa, dukungan Lazismu Al Jihad, hingga dana pembangunan.

Sumber penerimaan terbesar masih berasal dari kotak infak harian yang mencapai Rp235.514.000. Posisi berikutnya ditempati dana pembangunan dari PCM 4 sebesar Rp110.000.000, disusul infak melalui QRIS yang mencapai Rp71.409.404.

Dibandingkan bulan sebelumnya, penerimaan dari kotak infak harian mengalami kenaikan dari Rp228.186.500 menjadi Rp235.514.000. Sementara infak melalui QRIS melonjak cukup tajam dari Rp53.190.502 menjadi Rp71.409.404.

“Peningkatan transaksi digital tersebut menunjukkan semakin banyak jamaah yang memanfaatkan metode pembayaran non-tunai untuk menyalurkan infak dan sedekah,” tuturnya, Rabu (17/6/2026).

Kenaikan juga terjadi pada penerimaan infak untuk layanan jenazah dhuafa yang meningkat dari Rp4.832.002 menjadi Rp7.285.400. Adapun dukungan dari Lazismu Al Jihad tetap stabil sebesar Rp9.750.000, sama seperti bulan sebelumnya.

Pada Mei 2026, terdapat pula tambahan penerimaan khusus berupa dana pembangunan dari PCM 4 senilai Rp110.000.000.

Baca Juga : Tujuh Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin Wafat di Tanah Suci, Pemulangan Kloter Terus Berlangsung

Baca Juga : Polresta Banjarmasin Amankan 8 Motor Balap Liar Saat Patroli, Kapolresta: Tilang 3 Bulan

Di sisi pengeluaran, dana terbesar dialokasikan untuk konsumsi buka puasa sunnah yang mencapai Rp93.644.000. Pengeluaran besar lainnya meliputi biaya operasional sebesar Rp85.226.400, gaji dan honor marbot, petugas keamanan serta tenaga kerja lainnya sebesar Rp80.480.000, serta konsumsi kegiatan kajian sebesar Rp73.268.000.

Pengeluaran untuk konsumsi kajian mengalami peningkatan dibanding April 2026 yang tercatat Rp59.856.000. Sebaliknya, biaya konsumsi buka puasa sunnah menurun dari Rp108.755.000 menjadi Rp93.644.000.

Selain itu, dana operasional masjid juga digunakan untuk mendukung program pembelajaran Al-Quran dan tahfiz, transportasi penceramah dan khatib, layanan klinik kesehatan, pembayaran listrik, PDAM, internet, penyelenggaraan jenazah dhuafa, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.

H. Taufik mengatakan publikasi laporan keuangan secara rutin merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada jamaah dan para donatur.

“Laporan keuangan Masjid Al Jihad Banjarmasin ini secara rutin setiap bulan dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi. Kami berupaya menjaga kepercayaan dan mengemban amanah yang dititipkan oleh para donatur dan wakif dengan sebaik-baiknya serta membelanjakan infak sesuai peruntukannya di jalan Allah,” ucapnya.

Ia berharap dukungan masyarakat terhadap berbagai kegiatan masjid terus berlanjut, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran maupun bantuan dana. Menurutnya, keberlangsungan program dakwah dan pelayanan umat membutuhkan partisipasi bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh jamaah.

Takmir Masjid Al Jihad juga mengajak kaum muslimin yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut mendukung operasional masjid melalui rekening resmi yang telah disediakan. (rizqan)

Editor: Abadi