Kategori: Headline

  • Dukungan Kepala Daerah untuk Capres dan Cawapres Ditakutkan Berimbas Netralitas ASN

    Dukungan Kepala Daerah untuk Capres dan Cawapres Ditakutkan Berimbas Netralitas ASN

    BANJARMASIN, Klikkalsel – Kepala Daerah usungan Partai Politik berlomba-lomba memberikan dukungan pada pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Makruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno.

    Terlebih deklarasi dukungan beberapa kepala daerah untuk salah satu pasangan Capres dan Cawapres tersebut kian marak.

    Pengamat Politik dan Sosial, Khairiadi Asa mengatakan, dukungan tersebut diperbolehkan, karena tak dilarang dalam aturan Pemilu. Apalagi, kepala daerah banyak yang kader dan usungan Parpol.

    “Seorang kepala daerah, misalkan dari partai A, karena partainya mengusung calon presiden di tingkat pusat. maka otomastis karena dia ketua atau kader partai di daerah, otomatis ia ada komitmen, beban mensukseskan calon bersangkutan,” ujarnya.

    Namun, mantan Komisioner KPU Barito Kuala (Batola) yang lama berkecimpung di dunia jurnalis ini dukungan tersebut tidak berdampak pada netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

    “Sebab kepala daerah yang mendeklarasi dukungan, ada kekhawatiran ASN tidk netral. Maka dari itu Undang-Undang ASN melarang dalam kegiatan politik, tinggal pengawasan masyarakat dan Bawaslu,” pungkasnya.

    ASN diperbolehkan hadir dalam kegiatan kampanye, hanya untuk mengetahui visi dan misi para kandidat Pemilu, sebagai pertimbangan hak suaranya.

    “Namun, dalam hal Ini ASN harus tetap menjaga netralitas. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN,” tandasnya. (rizqon)

    Editor : Farid

  • Dua Anggota Komisi IV Bantah Kunjungan ke RS Tanpa Kordinasi

    Dua Anggota Komisi IV Bantah Kunjungan ke RS Tanpa Kordinasi

    BANJARMASIN, klikkalsel – Insiatif dua anggota Komisi IV DPRD Banjarmasin melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah, pada Senin (8/10/2018) berujung kurang mengenakan.

    Belakangan, Sri Nurnaningsih dan H Johansyah yang meninjau lokasi RS di Jalan Rantauan Darat itu, malah diduga tanpa koordinasi. Sebab, tidak diikuti pimpinan komisi dan rekan sesama anggota komisi IV DPRD Banjarmasin.

    Sri Nurnaningsih membantah, kalau tidak ada koordinasi apalagi sampai dituding diam-diam melakukan kunjungan ke proyek RS tersebut.

    Baca Juga : Awal 2019 Poliklinik RS Sultan Suriansyah Dioperasikan

    Ia menyatakan, sudah membagikan undangan untuk mengajak kunjungan di RS ke grup whatapps (WA) komisi IV DPRD Banjarmasin. Bahkan, mengirim pesan serupa langsung ke WA Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin HM Faisal Hariyadi.

    “Tapi undangan itu hanya dibaca dan tidak ditanggapi. Begitu pula WA ke Pak Faisal yang baru dibaca esok harinya (hari ini), yang kemudian mengirim pesan balasan, maaf baru baca,” ujarnya, kepada wartawan, di ruang komisi IV DPRD Banjarmasin, Selasa (9/10/2018).

    Menurut dia, kunjungan tersebut dilakukan atas nama pribadi sebagai anggota dewan, bukan komisi IV. “Demi kepentingan rakyat, anggota dewan punya hak kapan dan dimana saja untuk meninjau proyek pemerintah Banjarmasin. Dan itu sah-sah saja,” sebutnya.

    Sehingga, hasil kunjungan itu menjadi bahan saat bertemu warga dan menjawab ketika ada warga yang bertanya perkembangan RS. Lagipula, ungkapnya, kunjungan itu tidak membenani APBD, karena tidak ada nota dinas.

    Sri menyatakan, agenda kunjungan tersebut sudah direncanakan saat pembahasan anggaran bersama mitra kerja komisi, yakni Dinas Kesehatan Banjarmasin. Hanya saja, tidak ada kepastian kunjungan tersebut bisa dilaksanakan.

    “Nah karena ada waktu lowong dan tak ada kegiatan serta untuk kepentingan masyarakat banyak. Saya bersama Pak Johan meninjau RS, terkait sejauh mana progres pembangunannya,” jelasnya.

    Kemudian H Johansyah bersyukur ada yang mempertanyakan kunjungan tersebut. Padahal, seorang wakil rakyat siang dan malam 7×24 jam bekerja untuk kepentingan masyarakat.

    Ia memastikan, kunjungan yang dilakukan itu bukan pencitraan. Mengingat letak RS ada Banjarmasin Selatan. “Sementara saya Dapil Timur dan Bu Sri dari Dapil Tengah,” imbuhnya.

    Ia menyatakan, kunjungan itu murni atas inisiatif pribadi anggota dewan untuk melihat realiasi pembangunan lanjutan RS yang menyerap anggaran Rp37 miliar.

    “Ternyata akhir November 2018 sudah bisa rampung, lalu kemungkinan di awal 2019 sudah bisa launching,” kata dia.

    Oleh karena itu, ia meminta kunjungan yang dilakukannya itu jangan ditanggpi sinis, namun bisa dipahami rekannya yang lain.

    Dugaan kunjungan lapangan tanpa koordinasi itu muncul setelah Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin HM Faisal Hariyadi tidak mengetahui, ada dua rekannya yang meninjau lokasi proyek RS.
    “Saya tidak dapat kabar, kalau ada kunjungan ke RS itu,” ujar dia, kepada wartawan.

    Pun demikian, ia tidak mempermasalahkan, apabila kunjungan tersebut mengatasnamakan sebagai anggota dewan pribadi.

    “Dewan kan punya fungsi anggaran, legislasi dan pengawasan, jadi wajar saja kalau mereka melakukan kunjungan langsung untuk melaksanakan fungsi pengawasan,” jelasnya. (enjol)

    Editor : Farid

  • Bawaslu Kalsel Temukan Dugaan Pelanggan Pelanggaran Kampanye di Medsos

    Bawaslu Kalsel Temukan Dugaan Pelanggan Pelanggaran Kampanye di Medsos

    BANJARMASIN, klikkalsel – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengantongi dugaan pelanggaran kampanye di media sosial (Medsos).

    Temuan dari hasil monitoring Bawaslu di tingkat Kabupaten/Kota itu akan ditindaklanjuti ketegori pelanggarannya.

    Komisioner Bawaslu Kalsel Bidang Penindakan, Azhar Ridhanie mengatakan ada dua dugaan pelanggaran kampanye di jejaring media sosial, yang kini akan segera berproses.

    “Kami akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada subjeknya. Paling tidak, kami mendapatkan dua alat bukti dugaan pelanggaran tersebut,” jelasnya, Senin (8/10/2018) di kantor Bawaslu kalsel

    Komisoner yang akrab disapa Aldo itu, menambahkan selanjutnya pihak Bawaslu Kalsel melakukan pleno sebagai bentuk kehati-hatian dalam penindakan.

    “Ada dua dugaan temuan empat hari yang lalu, kami lakukan investigasi terlebih dahulu, untuk bisa masuk proses kajian,” sebutnya.

    Sementara itu, Bawaslu Kalsel juga menggandeng Institusi penegak hukum yakni Kejaksaan dan Kepolisian. Apabila dari hasil kajian dugaan temuan pelanggaran mengarah ke tindak pidana.

    “Kalau itu pelanggaran adminstratif, kami akan menggelar sidang Adjudikasi selama 14 hari, misal itu pelanggaran etik oleh penyelenggaranya, maka itu yang berperan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu. Namun bila itu, berkaitan dengan pidana tentu kami akan mengundang penyidik dari institusi Kejaksaan dan Kepolisian” pungkasnya. (rizqon)

    Editor : Farid

  • Begini Penjelasan Banwaslu Terkait Aturan Main Pembuatan dan Pemasangan Bahan Kampanye

    Begini Penjelasan Banwaslu Terkait Aturan Main Pembuatan dan Pemasangan Bahan Kampanye

    BANJARMASIN, klikkalsel – Masa kampanye Pemilu tengah bergulir, sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Dalam tahapan ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan perserta Pemilu serta para Calon Legislatif (Caleg) tidak melanggar aturan khususnya terkait penyebaran dan peletakan bahan kampanye.

    Bahan kampanye yang dimaksud terdiri dari selebaran, brosur, pamflet, poster, stiker, pakaian, penutup kepala, alat makan dan minum, kalender, kartu nama, pin, dan alat tulis. Sedangkan, nilai nomilal pembuatannya maksimal Rp60 ribu.

    Ketentuan tersebut diatur dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu. Selain itu, PKPU juga mengatur ketentuan terkait ukuran bahan kampanye.

    Untuk selebaran, ukuran maksimal adalah 8,25 cm x 21 cm. Sementara ukuran maksimal pamflet adalah 21 cm x 29,7 cm, poster 40 cm x 60 cm, dan ukuran maksimal stiker 10 cm x 5 cm.

    Kemudian, ukuran maksimal brosur dalam posisi terbuka adalah 21 cm x 29,7 cm, dan dalam posisi terlipat yaitu 21 cm x 10 cm.

    Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie juga mengingatkan bahan kampanye tidak boleh diletakan dan dibagi di lokasi tertentu.

    “Kalau bahan kampanye tidak boleh ditempel, seperti di jalan protokol dan tempat umum. Itu akan mengurangi nilai estetika dan etika,” katanya, Selasa (9/10/2018) di Kantor Bawaslu Kalsel.

    Bahan kampanye dilarang untuk ditempelkan atau dipasang di rumah ibadah termasuk halamannya, rumah sakit, tempat pelayanan kesehatan, fasilitas pemerintah dan lembaga pendidikan.

    Azhar Ridhanie juga menegaskan bahan kampanye berupa stiker tidak boleh ditempel di angkutaan umum, sebagai media promosi.

    “Itu adalah fasilitas umum, tentu saja tidak boleh. Kalau untuk mobil pribadi yang menjadi operasionalnya, boleh sesuai dengan PKPU. Ketentuan lain di mobil ambulan boleh, dia peserta Pemilu tetapi tidak menggunakan nomor urut,” tukasnya. (rizqon)

    Editor : Farid

  • Polisi Lakukan Penyelidikan Kecelakaan Kerja di Docking PT Nogopatmolo

    Polisi Lakukan Penyelidikan Kecelakaan Kerja di Docking PT Nogopatmolo

    BANJARMASIN, klikkalsel – Kasus kecelakaan kerja di docking kapal PT Nogipatmolo yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya harus mendapatkan perawatan intensif masih dalam penyelidikan kepolisian.

    Hal tersebut diungkapkan Kapolres Banjarmasin melalui Wakasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Soni L Gaol saat ditemui awak media di tempat kejadian perkara.

    Ia mengatakan pihaknya belum bisa banyak memberikan keterangan karena masih baru melakukan olah TKP dan masih dalam proses penyelidikan.

    “Saya belum bisa kasih banyak keterangan karena baru olah TKP dan masih dalam proses lidik,” ujarnya.

    Saat ditanya kemungkinan penyebab kematian korban dan empat orang lain pingsan saat berada di dalam palka tongkang, ia juga enggan berandai-andai jika hal tersebut dikaitkan dengan adanya gas beracun di dalam palka.

    Menurutnya, pihaknya akan menunggu laporan resmi dari dokter yang menangani tentang sebab matinya korban dan penyebab empat korban lain mengalami lemas hingga pingsan.

    “Saya gak mau berandai-andai, kita tunggu hasil dari tim dokter saja nanti,” ujarnya.

    Ia pun juga tidak berani memastikan apakah terjadi kesalahan prosedur kerja hingga terjadi peristiwa tersebut.

    “Masih kita croscek, nanti kalau prosesnya sudah selesai akan disampaikan, saya tidak berani memastikan. Mungkin nanti keterangan yang lebih jelas Pak Kapolres yang menyampaikan,” pungkasnya.

    Sementara itu Yoyok Dwi Santoso, salah satu karyawan PT Nogopatmolo yang ditemui di lapangan mengatakan seharusnya pekerjaan di dalam palka baru bisa dilakukan setelah dua hingga empat hari setelah palka kapal dibuka.

    Hal tersebut untuk menghindari adanya gas beracun yang kemungkinan mengendap di dalam ruang palka.

    “Seharusnya pintu palka itu dibuka dan didiamkan selama dua hingga empat hari untuk mengeluarkan udara di dalam. Setelah itu baru bisa dikerjakan,” ujarnya.

    Namun hal berbeda terjadi dengan apa yang dilakukan oleh para buruh las saat ingin memperbaiki lambung tongkang ELFA 3003. Mereka langsung melakukan pengerjaan meski kapal palka belum dibuka sama sekali, bahkan mereka masuk bukan melalui pintu palka, melainkan melalui lubang yang dibuat di bagian dinding palka kapal.

    “Meski kapal sudah sandar dua hari, tapi menurut informasi palkanya belum dibuka dan langsung dikerjakan,” ungkap Yoyok. (david)

    Editor : Farid

  • Satu Tewas dan Empat Pekerja Las Pingsan di Lambung Tongkang

    Satu Tewas dan Empat Pekerja Las Pingsan di Lambung Tongkang

    BANJARMASIN, klikkalsel – Nasib nahas dialami lima orang buruh las yang diduga keracunan gas saat melakukan pengelasan Tongkang Elfa 3003 di docking kapal PT Nogopatmolo di Jalan Ir. PHM Noor RT 40 Kelurahan Kuin Cerucuk, Selasa (9/10/2018) sekitar pukul 09.00 Wita.

    Akibatnya salah satu pekerja, Wintoro alias Win (30) warga Jalan PHM Noor Gang Pembangunan Ujung Kelurahan Kuin Cerucuk meninggal dunia.

    Sedangkan empat orang lainnya masing-masing Abdul Aziz (30), Musa (30), Bambang Akhmadi (44) dan Yansah (36) harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.

    Menurut Yoyok Dwi Santoso, salah satu karyawan PT Nogopatmolo, kejadian bermula saat para korban mendapatkan borongan melakukan pengelasan lambung tongkang batubara, Elfa 3003 yang sandar Minggu (7/10/2018) dini hari lalu.

    Saat itu entah mengapa saat ingin memasuki lambung kapal para pekerja tidak masuk melalui pintu palka melainkan dengan membuat lubang pada bagian dinding samping lambung kapal.

    “Entah tidak bisa dibuka atau apa (pintu palka), mereka bukan masuk lewat pintu palka, mereka masuk melalui lubang yang dibuat oleh Win pada bagian lambung kapal,” ujar Yoyok.

    Saat Win membuat dan pertama masuk melalui lubang yang hanya seukuran badan tersebut tidak diketehui oleh temannya yang lain.

    Keempat temannya sempat bingung mencari Win, akhirnya saat melihat lubang tersebut mereka juga masuk ke dalam untuk mencari Win.

    “Adik saya Toni yang kebetulan disitu bingung karena para pengelas yang tadi sempat bersamanya tidak kunjung kembali usai mencari salah satu temannya,” ungkap Yoyok.

    Toni yang merupakan pekerja Bagian Kontroksi Las pun mencari mereka dan saat masuk kedalam lubang tersebut, ia kaget melihat para pekerja sudah dalam keadaan lemas dan pingsan.

    Meski sempat masuk, akhirnya Toni keluar lagi karena menyadari kemungkinan adanya gas beracun di dalam ruang palka tersebut.

    Lantas Toni meminta bantuan dan kembali bersama beberapa rekannya dengan membawa alat bantu pernafasan untuk mengevakuasi korban.

    “Baru bisa mengevakuasi satu korban, tabungnya (alat bantu pernafasan) pecah mas tersenggol besi palka,” ujarnya lagi.

    Akhirnya mereka pun menyalakan mesin kompresor dan meniupkan udara dengan harapan dapat memberikan udara segar ke dalam ruang palka.

    Satu persatu korban mulai dievakuasi, namun saat mencoba mengevakuasi Win mereka sempat kesulitan karena postur tubuh Win yang cukup besar.

    Berkat kerja keras, akhirnya seluruh korban dapat dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.

    Meski telah dievakuasi ke rumah sakit, nyawa Win tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

    Duka mendalam terlihat dari isteri Win, Netri Sumarni yang menangis sambil memeluk jasad suaminya saat berada di rumah sakit. (david)

    Editor : Farid

  • Pelamar CPNS Pemprov Kalsel Sudah Capai 4.000 Orang

    Pelamar CPNS Pemprov Kalsel Sudah Capai 4.000 Orang

    BANJARMASIN, klikkalsel – Memasuki pekan kedua pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemprov Kalsel, ada ribuan pelamar mendaftar secara online.

    Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel pun ikut ramai didatangi pelamar yang menyerahkan berkas lamaran dalam memenuhi persyaratan untuk ikut seleksi CPNS.

    Kepala BKD Kalsel, Perkasa Alam mengatakan, pendaftaran CPNS di Kalsel sudah mencapai 4000 lebih orang, dari 328 formasi yang disediakan. “Itu terhitung kemarin, belum lagi hari ini pasti bertambah,” katanya.

    Perkasa sudah memprediksinya pendaftaran CPNS akan angkanya terus bertambah setiap  harinya sampai pada tanggal penutupan 15 Oktober 2018 nanti.

    “Ini sudah diprediksi, soalnya sudah 4 tahun tidak ada pendaftaran CPNS,” ujarnya.

    Waktu tes akhir Oktober, namun untuk tempat pelaksanaan tes CPNS masih belum ditentukan oleh BKN. Namun, karena jumlah pendaftar sangat banyak, tes akan dilakukan shift secara bergantian.

    “Mungkin 1 shift sekitar 200 orang, dan Banjarbaru mungkin ada 4 titik,” tandasnya. (baha)

    Editor : Farid

  • PS Barito Putera Surati PSSI Terkait Keterangan Pelatih PSMS Medan

    PS Barito Putera Surati PSSI Terkait Keterangan Pelatih PSMS Medan

    BANJARMASIN, klikkalsel – Laga Barito Putera kontra PSMS Medan yang berujung ricuh, dinilai akibat dipicu sikap pelatih PSMS Medan Peter Butler.

    Sehingga managemen tim kesayangan urang Banua tersebut membela diri, dengan mengirimkan surat kepada PSSI terkait dengan keterangan yang diungkapkan Coach Peter Butler saat Persconferece yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataannya.

    “Kita juga akan menyertakan hasil bukti dari sebelum kejadian hingga masa kejadian, untuk menyatakan apa yang terjadi sebenarnya,” ujar Asisten Manager Barito Putera H Syarifudin Ardasa, saat melakukan klarifikasi kejadian, Cafe Kopi, Banjarmasin, Senin (8/10/2018).

    Selain itu, kata dia, konfrensi pers ini untuk meluruskan pemberitaan. Sehingga tidak kejadiannya tidak menjadi simpang siur.

    “Pemberitaan dari beberapa Media sepertinya sangat tidak berimbang, dan termakan dengan ucapan Coach Peter Butler pada saat persconf. Padahal nyatanya di lapangan tidak seperti yang dia ucapkan,” jelas Syarifuddin Ardasa.

    Padahal, sebutnya, seusai pertandinga tidak ada lagi masalah, tim official sudah saling memaafkan dan saling berpelukan begitu juga dengan para pemain. “Kita sudah tidak ada masalah lagi semua baik-baik saja antara kita dengan Management PSMS Medan,” ungkap Syarifuddin Ardasa.

    Sementara, asisten pelatih Barito Putera Yunan Helmi mengaku, insiden itu bermula dorongan yang dilakukan oleh pelatih PSMS Medan terlalu berlebihan hingga seperti memukul bagian leher.

    “Dari Persconference seusai pertandingan, keterangan Coach Peter Butler kepada media sangat tidak sesuai dengan apa yang terjadi,” ucapnya.

    Dia mengatakan, kalau memang tujuan coach Peter Butler ingin menyalami wasit apakah tindakan pendorongannya tersebut perlu. “Saya terkejut atas dorongan yang dilakukan, dan kejadian tersebut memang diluar dugaan dan saya tidak ada memukul seperti yang diucapkan Coach Peter Butler. Kalau sesuai logika saja bagai mana saya memukul coach Peter Butler kalau jarak saya sangat jauh, didepan saya ada Pak Udin dan tim pengaman pertandingan. Dan disitu malah wasit yang melerai, apakah benar Coach Peter Butler ingin menyalami wasit,” jelasnya.

    Diketahui, pertandingan PS Barito Putera Kontra PSMS Medan yang berakhir imbang dengan skor 3-3, berujung dengan kericuhan antara tim Official PS Barito Putera dengan tim Official PSMS Medan seusai pertandingan

    Awal mulanya protes dilontarkan Syarifuddin Ardasa karena kepemimpinan wasit pada saat itu dianggap tidak berimbang dan malah merugikan tim tuan rumah.

    Namun dari protes tersebut tidak terjadi apapun, hingga Pelatih PSMS Medan Peter Butler menghampiri dan mendorong Yunan Helmi dan dorongan tersebut terkesan sengaja dan terlihat seperti memukul leher Yunan Helmi. (fachrul)

    Editor : Farid

  • Sikap Pelatih PSMS Medan Membuat Akhir Pertandingan Menjadi Ricuh

    Sikap Pelatih PSMS Medan Membuat Akhir Pertandingan Menjadi Ricuh

    BANJARMASIN, klikkalsel – Hasil imbang kembali diraih tim tuan rumah Barito Putera saat laga melawan PSMS Medan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (7/9/2018).

    Skor akhir 3-3 tersebut dirasa karena kepemimpinan wasit berat sebelah ke tim tamu, yang merugikan tim tuan rumah.

    Namun, kala pihak tuan rumah melancarkan protes. Malah berujung kericuhan.

    Insiden bermula, sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, beberapa pemain sempat adu dorong dan hampir adu pukul.

    Kemudian tim managemen PS Barito Putera yang tidak terima dengan beberapa keputusan wasit langsung menghampiri dan mempertanyakan keputusan-keputusan tersebut.

    Hanya saja, saat protes itu sikap dari pelatih PSMS Medan Peter James Butler malah mendorong Asisten Pelatih PS Barito Putera Yunan Helmi memicu keributan.

    Ujungnya, semua pemain dan tim pelatih menyerbu Peter James Butler karena sikap yang tidak mengenakannya tersebut. Namun pihak keamanan pertandingan mampu mengamankan.

    Sebenarnya, kata Peter James Butler, saat konferensi pers usai pertandingan, dirinya ingin mengucapkan terimakasih kepada Wasit yang memimpin pertandingan.

    “Saya mendorong Asisten pelatih Barito Putera karena menghalangi. Tapi saya malah di pukul, saya tidak melihat siapa saja yang pukul tapi saya coba tahan, padahal tubuh saya sakit,” tuturnya.

    Ia mengaku kekecewa dengan tim penyelenggara yang bisa membiarkan hal tersebut terjadi. “Keamanan di pertandingan sudah bagus, keamanan di tribun penonton sudah baik, tapi saya kecewa pengamanan di dalam lapangan yang bisa membiarkan saya kena pukul,” jelasnya.

    Sementara itu, Asisten Pelatih PS Barito Putera Yunan Helmi mengatakan, tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi, tetapi sikap dari pelatih PSMS Medan sangat tidak baik.

    “Saya mengucapkan maaf, karena tidak ada yang menginginkan hal tersebut terjadi, dan ini menjadi pelajaran untuk kita, dan hal tadi benar-benar tidak diharapkan,” katanya.

    Sementara jalannya laga, berlangsung panas antara tim Laskar Antasari melawan PSMS Medan tersebut sudah terlihat dari menit awal.

    Di babak pertama, Barito Putera unggul 2-1. Namun, di babak kedua PSMS mampu mendapat poin satu, setelah menyamakan skor menjadi 3-3. (fachrul).

    Editor : Farid

  • Apel Gabungan Forkompimcam Bantim, Bentuk Sinergitas Tiga Pilar

    Apel Gabungan Forkompimcam Bantim, Bentuk Sinergitas Tiga Pilar

    BANJARMASIN, klikkalsel – Apel Gabungan TNI, Polri dan ASN digelar di halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Timur dalam rangka mewujudkan sinergitas tiga pilar bangsa di lingkungan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkumpimcam) Banjarmasin Timur, Senin (8/10/2018).

    Apel yang dihadiri ASN dilingkungan Kecamatan Banjarmasin Timur, Prajurit TNI Koramil 1007-01 dan Jajaran Polsek Banjarmasin Timur juga dalam rangka merapatkan barisan demi mensukseskan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019 yang aman, damai dan sejuk.

    Danramil 1007-01, Mayor Inf Gatot Teguh Waluyo dalam amanatnya menyampaikan, kegiatan serupa akan digelar rutin tiap bulan dengan tempat yang ditentukan bergiliran.

    Selain itu di hadapan para Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-kecamatan Banjarmasin Timur yang turut hadir, ia berpesan agar sama-sama menjaga kondisi agar tetap kondusif.

    “Apalagi ini menjelang masa-masa kampanye, sinergitas 3 pilar bangsa sangat diperlukan dalam rangka mendukung pelaksanaan pemilu 2019 yang kondusif, aman dan sukses,” ujar Gatot dalam amanatnya.

    Bagi dia, tiga pilar bangsa menjadi pondasi utama dalam rangka mendukung pelaksnaaan pembangunan disegala bidang khususnya di Kota Banjarmasin.

    Sementara itu Camat Banjarmasin Timur, Ahmad Muzaiyin selaku tuan rumah mengatakan sangat mendukung kegiatan ini guna menunjukkan ke masyarakat sinergitas tiga pilar di tingkat kecamatan dan kelurahan dalam rangka mendukung kondusifnya pelaksanaan program pembangunan di Kota Banjarmasin.

    “Sangat kami dukung adanya kegiatan ini, kami berharap kegiatan ini dapat dilihat masyarakat sebagai bentuk sinergitas dalam mendukung pembangunan di Kota Banjarmasin,” ujar Muzaiyin.

    Kegiatan diakhiri dengan foto bersama antara jajaran Forkompincam, Lurah, Babinsa dan Bhabibkamtibmas di lingkungan Kecamatan Banjarmasin Timur. (david)

    Editor : Farid