Banjarmasin

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Banjarmasin Belum Siap Laksanakan New Normal

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Usai Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Banjarmasin, Pemko Banjarmasin belum melaksanakan New Normal dikarenakan saat ini angka kasus positif Covid-19 terus meningkat.
Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, menyampaikan, belum memenuhi syarat untuk melaksanakan New Normal, dan PSBB juga tidak diperpanjang, untuk itu status yang diterapkan saat ini yakni tanggap darurat Covid-19.
“Sesuai dengan surat perpanjangan dari BNPB, bahwa status tanggap darurat masih dilanjutkan, oleh karena itu, suasana yang diterapkan yaitu protokol kesehatan tetap dijalankan tetapi suasananya seperti sebelum PSBB,” ujar Ibnu Sina saat ditemui klikkalsel.com usai Salat Ashar di Masjid Ar Raudhah, Sungai Andai, Senin (1/6/2020).
Ibnu Sina juga menyampaikan, adanya perbedaan antara New Normal dengan Tanggap Darurat Pasca PSBB, dimana New Normal tersebut memiliki lima tahapan hingga bulan juli mendatang. Jadi menurutnya apabila menerapkan New Normal pada fase 1 pelaksanaanya selama setengah bulan.
“Kalau kita menerapkan pun fase 1 ini pelaksanaannya setengah bulan dulu, dari sosialisasi dan sebagainya, termasuk juga walimah resepsi baru diizinkan setelah fase kedua, dan itupun hanya untuk 10 orang yang datang. Nah itu perbedaannya, jadi jangan sampai ini seolah-olah bebas semuanya, kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.
Untuk itu ia menegaskan bahwa Banjarmasin masih belum menjalankan New Normal. “Saat ini belum, tapi kalau dibilang persiapan, mungkin sedang persiapan, sebelum fase New Normal itu dilalui. Karena secara aturan pun itu hanya arahan Presiden, dan instruksi Panglima, sementara aturannya seperti apa kita masih belum tau,” ucapnya.
Sementara menurutnya untuk aturan dan keputusan yang ditetapkan dalam pelaksanaan New Normal saat ini masih belum diketahui, meskipun ada Keputusan Menteri Kesehatan nomor 328 namun masih ada beberapa keputusan yang belum diatur.
“Ada Kepmenkes Nomor 328, itu hanya mengatur soal di perkantoran dan di kegiatan publik, pasar dan perekonomian, sedangkan untuk rumah ibadah masih belum diatur,” paparnya.
Ia juga menegaskan belum dilaksanakannya New Normal di Banjarmasin dikarenakan angka kasus Positif Covid-19 yang setiap hari semakin meningkat. Karena menurutnya syarat pelaksanaan New Normal adalah jumlah kasus yang sudah melandai.
“Diawal kita memang masuk di dalam 25 Kabupaten Kota yang akan melaksanakan PSBB, tetapi terakhir kita Banjarmasin sudah tidak masuk lagi, karena kurvanya memang masih terus menanjak naik. Jadi kita berharap masyarakat bisa menghargai para petugas kesehatan kita, tim gugus tugas yang saat ini sedang berjuang menekan angka penyebaran Covid-19 dan menyembuhkan pasien yang sakit di Banjarmasin,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top