Kalsel Pertahankan Piala Adhibakti Tani

UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSB TPH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) foto bersama Menteri Pertanian RI setelah menerima piala Adhibakti Tani (istimewa)

JAKARTA, klikkalsel – UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSB TPH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali meraih Piala Adhibakti Tani.

UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPSB TPH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berfoto bersama Menteri Pertanian RI setelah menerima piala Adhibakti Tani. (istimewa)

Di 2018 ini, menjadi kelima kalinya UPTD menerima penghargaan dengan pelayanan publik terbaik yang penilaiannya langsung dilakukan Kementerian Pertanian RI.

“Alhamdulillah BPSB TPH Kalsel bisa mempertahankan Piala Adhibakti, dan penghargaan ini langsung diserahkan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman,” ujar M Ikhsan kepala BPSB TPH Kalsel.
Menurutnya, dengan penghargaan ini, pihaknya terus bergerak untuk mewujudkan tersedianya benih bersertifikat dan pengawasan mutu benih.Semua itu agar beredar secara berkesinambungan untuk mendukung program pemerintahan dibawah pimpinan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Wakilnya H Rudy Resnawan.

“Kalimantan Selatan ingin tercapainya swasembada Pajale (Padi, Jagung dan Kedelai) sehingga kami ingin selalu memberikan pelayanan adanya ketersediaan benih yang unggul sehingga bisa dipergunakan Petani,” tutur Ikhsan.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meminta semua pelayanan publik dapat terus ditingkatkan untuk kesejahteraan para petani.

“Saya telah menginstruksikan seluruh pegawai Kementerian Pertanian termasuk saya adalah pelayan rakyat. Sebab pelayanan publik adalah kunci keberhasilan sektor pertanian,” sebutnya saat acara pemberian penghargaan Abdibhakti Tani kepada Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) Berprestasi Bidang Pertanian Tahun 2017 Auditorium Gedung D, Kementerian Pertanian, Jumat (23/2/2018).

Menurutnya, pelayanan yang baik bisa membantu mensejahterakan petani dengan meningkatkan hasil produksi mereka. Ia mencontohkan soal pemberian bibit unggul serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Untuk itu, bibit unggul padi Japonika dan Basmati misalnya, selain tahan hama, produksi pertanian bisa meningkat hingga empat kali lipat dengan harga yang tinggi. Contoh lainnya adalah dengan pemberian bibit ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), atau teknologi Inseminasi Buatan untuk pengembangbiakan sapi.

“BPTP sudah saya perintahkan untuk membuat bibit unggul, kemudian dibagikan ke masyarakat secara gratis. Anggaran juga sudah diberikan hingga 2 triliyun untuk penelitian dan pengembangan agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” tukas Amran. (ril/baha)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.