Jalan Sungai Lulut Amblas, Dishub Kalsel Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Selama Perbaikan

Petugas Dishub Kalsel melakukan survei jalur alternatif sebelum pemberlakuan rekayasa lalu lintas.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Penutupan total Jalan Martapura Lama (Veteran) KM 5,5 Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, akibat amblas diperkirakan berlangsung hingga empat pekan seiring dilakukan perbaikan.

Mengantisipasi dampaknya terhadap ribuan pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur penghubung Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel bakal menerapkan rekayasa lalu lintas beserta jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

“Begitu mendapat informasi jalan amblas, pagi harinya kami langsung berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Provinsi Kalimantan Selatan. Selanjutnya kami juga berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin dan Dinas Pekerjaan Umum untuk menentukan langkah penanganan,” ujar Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi, Kamis (17/7/2026).

Hasil koordinasi menyepakati bahwa perbaikan konstruksi jalan diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat pekan. Selama proses tersebut berlangsung, ruas jalan akan ditutup demi kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kalsel bersama Forum Lalu Lintas Provinsi dan Forum Lalu Lintas Kota Banjarmasin langsung meninjau sejumlah ruas jalan alternatif. Survei dilakukan untuk menyusun pola rekayasa lalu lintas yang dinilai paling efektif mengurai kepadatan kendaraan.

Menurut Fitri, kawasan Sungai Lulut merupakan salah satu titik dengan volume kendaraan yang tinggi setiap harinya. Karena itu, perpindahan arus ke jalur alternatif diperkirakan akan meningkatkan kepadatan, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

“Kami bersama forum lalu lintas melakukan survei langsung ke lapangan. Kami melihat jalan-jalan alternatif dan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas. Memang akan ada peningkatan arus kendaraan di jalur alternatif, khususnya pada pagi dan sore hari,” katanya.

Baca Juga : Jalan Sungai Lulut Amblas, Satlantas Polresta Banjarmasin Imbau Pengguna Roda 4 Cari Jalan Alternatif

Baca Juga : Setelah Jembatan, Pemprov Berkeinginan Melanjutkan Pelebaran Jalan Sungai Lulut

Ia menegaskan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Petugas bersama rambu-rambu tambahan akan ditempatkan di sejumlah titik agar arus kendaraan tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.

“Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional. Kami menempatkan rambu-rambu dan personel di sejumlah titik agar penumpukan kendaraan dapat diminimalkan. Memang akan ada dampak terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi kami berupaya agar tidak terjadi kemacetan yang signifikan,” ucapnya.

Fitri mengakui penutupan Jalan Sungai Lulut akan berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat karena ruas tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Kabupaten Banjar dengan Kota Banjarmasin.

Meski demikian, ia optimistis proses perbaikan dapat selesai sesuai target apabila seluruh pihak mendukung, termasuk masyarakat yang diharapkan mematuhi pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin. Namun keberhasilan penanganan ini juga membutuhkan dukungan masyarakat dengan mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan,” katanya.

Fitri juga mengingatkan masyarakat agar tidak nekat menerobos area penutupan, termasuk pengendara sepeda motor. Selain menghambat pekerjaan, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan.

“Saat ini lokasi sedang dilakukan pengerjaan. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak menerobos area penutupan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama,” ucapnya.

Fitri mengimbau masyarakat agar mendukung selama proses perbaikan berlangsung dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.

“Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat. Ikuti rambu-rambu lalu lintas, patuhi arahan petugas, dan gunakan jalur alternatif,” tandasnya. (rizqan)

Editor: Abadi