Jaga Alam Kurangi Penggunaan Kantong Plastik

Mewujudkan Banjarmasin bersih kantong pelastik, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina membagikan Bakul kepada para pedagang. (foto : fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Usai sukses dengan pengurangan sampah plastik melalui Perwali 18 tahun 2016 dengan melarang ritel modern memberikan kantong plastik.

Kini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali melanjutkan program pengurangan sampah plastik, dengan mensosialisasi penjual dan pembeli untuk menggunakan bakul purun sebagai pengganti kantong plastik.

Baca Juga : Tiga Tahun Kepemimpinan, Ibnu-Herman Canangkan Gerakan Bakul Purun Gantikan Kantong Plastik

Hal tersebut dilakukan saat puncak acara Tiga tahun Ibnu-Herman yang dilakukan di Pasar Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin tengah, Kamis (14/2/2019).

Dokumentasi pembagian bakul di sejumlah pasar di empat kecamatan di Banjarmasin.(Istimewa)

Dalam acara tersebut Pemko mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengurangi sampah plastik, dengan menggunakan bakul saat melakukan transakai jual beli di pasar tradisional.

Sosialisasi Bakul Purun guna pengurangan kantong plastik tersebut disambut antusias para penjual dan pembeli di pasar tradisional, karena dianggap mengingatkan kembali ke masa lalu.

Masitah, salah seorang pembeli mengaku sangat senang dengan penggunaan bakul sebagai pengganti kantong plastik ini, karena menurutnya mengingatkan pada masa dahulu ketika ke pasar dengan menggunakan bakul.

“Penerapan ini sangat bagus, mengingatkan seperti zaman dahulu, dan juga supaya bisa bermanfaat bagi pengrajin bakul purun ini,” ucapnya.

Lalu Almi yang juga pembeli di pasar tersebut mengatakan, bakul sebagai pengganti kantong plastik ini sangat bagus, karena plastik itu memang benar hanya menimbulkan sampah, dan sangat lama penguraiannya, berbeda dengan bakul purun.

“Amun plastik nih ngalih mengurainya, tapi Alhamdulillah kalau pakai bakul ini bagus jadi sampah plastik bekurang jua beserakan kemana-mana ini,” ujar Almi.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, mengatakan launching penggunaan bakul purun di pasar tradisional, khususnya di pasar Teluk Dalam dan Pasar Pandu sebagai pilot projek pelaksanaan untuk percontohannya.

Karena dalam ujicoba tersebut dikatakan Ibnu Sina, enam bulan yang lalu kedua pasar itu yang sangat mendukung sehingga membuat Pemko melanjutkan untuk seterusnya kepada pasar-pasar yang lain.

“Hari ini juga kita membagikan bakul purun ke pasar-pasar yang ada di lima kecamatan di Banjarmasin secara serentak sekaligus mensosialisasikan terlebih dahulu,” tutur Ibnu Sina.

Ia mengungkapkan agar pengurangan kantong plastik ini bisa menjadi gerakan bersama, dengan harapan dapat dukungan dari seluruh warga Kota untuk tidak menggunakan kantong plastik lagi.

“Masyarakat sudah tahu ada upaya dari Pemko dan harus didukung oleh seluruh warga Banjarmasin yang berbelanja di ritel modern atau di pasar tradisional. Ayo kita mulai sekarang membiasakan diri menggunakan bakul purun,” ungkapnya.

Selain itu, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah mengatakan, momentum tiga tahun Ibnu-Herman, salah satunya merupakan kegiatan membagikan bakul purun kepada masyarakat di pasar tradisional sebagai pengganti kantong plastik.

“Kami mencanangkan sejuta bakul purun untuk mengganti kantong plastik, dan karena itu kita ingin maindset masyarakat menjadi berubah yang dulu terbiasa memakai kantong plastik akan kita ganti menjadi bakul purun,” ucap Hermansyah.

Wakil Walikota, Hermansyah juga memberikan bakul kepada masyarakat yang berada disekitar pasar. (foto : fachrul/klikkalsel)

Menurut dia, mengganti kantong plastik menjadi bakul purun, setidaknya juga bisa membantu para pengrajin atau menambah Wira Usaha Baru (WUB) dalam bentuk kerajinan purun.

“Selain membantu para pengrajin, dengan bakul purun ini kan kita bisa membuat WUB dari kerajinan purun ini, bisa nanti dibuat menjadi tas, atau kerajinan lain,” jelasnya.

Ia beranggapan, alternatif menggunakan bakul purun ini sebagai pengganti kantong plastik karena selama ini kantong plastik tersebut merupakan bahan yang sangat lama mengurai.

Serta sampah yang berbahan plastik tersebut sangatlah berbahaya bagi lingkungan sekitar maupun kawasan luas.

Sampah plastik ini kalau di sungai dapat mengakibatkan pendangkalan pada sungai dan juga dapat merusak ekosistem dari sungai tersebut, selain itu juga bisa menjadi penyumbatan pada saluran drainase dan menyebabkan kebanjiran.

“Maka dari itu kita lakukan pencanangan bakul purun sebagai pengganti kantong plastik untuk mengurangi sampah plastik untuk menghindari kerusakan alam yang lebih banyak lagi” pungkasnya. (adv)

Penulis : Fachrul
Editor : Farid