Religi

Islam itu Istiqomah

TAUSIAH – Ustad Rijal menyampaikan tausiah usai sholat subuh berjamaah di Mesjid Al Munawarah.

ISTIQOMAH biasanya merujuk pada kegiatan yang mengandung unsur agama dan suatu pekerjaan. Dalam pandangan islam, istiqomah memiliki arti tegak, lurus atau dalam bahasa gaulnya adalah konsisten.

Para ulama besar pun memberikan pandangan mereka tentang arti dari istiqomah:
Istiqomah adalah tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu yang ada.

Kutipan dari Abu Bakar Ash Shiddiq R.A.Istiqomah itu hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah dan larangan, kemudian untuk tidak berpaling dari keduanya.

Dari Umar bin Khattab RA, istiqomah memiliki arti ikhlas. Lalu Utsman bib Affan RA menyebut, istiqomah adalah melaksanakan suatu kewajiban tanpa terputus.

Bagi Ali bin Abi Thalib R.A.Istiqomah memiliki 3 macam arti: Istiqomah dengan lisan (bertahan terus dalam membaca 2 kalimat syahadat), istiqomah dengan jiwa (selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Allah secara terus-menerus tanpa pernah terputus) dan istiqomah dengan hati (melakukan segala sesuatu dengan niat yang tulus dan jujur).

Dimata Ibnu Abbas R.A.Istiqomah adalah tetap jalan pada jalan yang lurus. Kemudian kutipan dari Ar Raghib, istiqomah adalah tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT.

An Nawawi yang diambil dari kitab Riyadhussalihin mengartikan istiqomah sebagai komitmen terhadap kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu dengan Allah SWT.

Sedangkan kutipan dari para Mujahid (orang yang berjihad di jalan Allah), istiqomah adalah mencintai dan beribadah kepada Allah tanpa menoleh ke arah yang lain. Sebagaimana kutipan dari Ibnu Taymiah.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Q.S Fushilat: 30)

Ayat ini diperkuat dengan sebuah hadits, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah SAW tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun. Nabi menjawab:

“Katakanlah aku beriman kepada Alah, kemudian istiqomah (Konsisten menjalankan perintahnya dan mejauhi larangan).

Istiqomah yakin akan kebenaran agama islam dengan tidak akan menukar kepercayaan mereka dengan hal yang lainnya.

Menurut tafsir ‘Aisar, yang dimaksud dari istiqomah ialah mereka yang betul-betul yakin kebenaran agama islam, dengan tidak menukar dengan kepercayaan lain. Serta konsisten dalam menjalankan ibadah dan menjauhi kemungkaran, maka malaikat akan turun 2 kali kepadanya.(klikkalsel)

Sumber : Tausiah Ustad Rizal usai sholat subuh berjamaah di Mesjid Al Munawarah Kramat, Banjarmasin Timur.
Penulis : H Sukhrowardi
Editor : Farid

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top