Intrusi Air Laut Tinggi PDAM Kurangi Debit Air ke Pelanggan

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Yudha Achmadi. (foto : fachrul/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Produksi air PDAM Bandarmasih di Intake Sungai Bilu dihentikan. Sebab, intrusi air laut yang mencapai 1.700 mg/liter, sementara ambang batas normal yang hanya 250 mg/liter.

Sehingga perusahaan air bersih itu mengurangi debit air ke pelanggan.

“Suplai air baku PDAM berkurang, karena terkena interusi air laut,” kata Walikota H Ibnu Sina, saat mengunjungi PDAM Bandarmasih, Rabu (3/10/2018).

Menurutnya, intake PDAM ini produksinya dari air sungai Martapura dan sungai Barito. Maka banyak keluhan warga tentang air baku yang asin sehingga itu mengganggu.

Sebenarnya, kata dia, air baku masih tetap bisa diolah, tetapi harus dicampurkan dengan air dari intake sungai Tabuk, akan tetapi dari campuran tersebut pasti ada batas rasionya.

“Kalau pengolahan sudah dicampur dengan di Intake sungai Tabuk tetapi kadar garamnya masih diatas 250mg/liter. Maka itu kita tidak bisa lagi memproduksi,” jelasnya.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih Yudha Achmadi mengungkapkan, sejak 30 September intake sungai Bilu sudah tidak dioperasikan lagi, karena kadar garam sudah mencapai diatas ambang.

Pun demikian, PDAM Bandarmasih tidak berhenti beroperasi untuk memproduksi air bak. “Intake sungai Bilu apabila kadar garamnya masih dibawah 250mg/liter akan tetap kita operasikan, tapi apabila sudah diatas seperti hari ini bisa mencapai 1.700mg/liter maka langsung kita hentikan,” ucapnya.

Meskipun menghentikan produksi dari Intake sungai Bilu, Yudha Achmadi memastikan, intake A Yani terus melakukan produksi, dengan mensuplai air melalui intake Sungai Tabuk.

“Kita melakukan suplai air melalui intake sungai Tabuk, dikirim ke intake Pramuka dan dikirim lagi sampai di Intake A Yani. Jadi disini masih tetap beroperasi,” kata Yudha Acmadi kepada Wartawan di Halaman PDAM Bandarmasih.

Karena suplai air semua melalui Intake sungai Tabuk, maka kapasitas suplai air kepada pelanggan menjadi berkurang tidak seperti biasanya. “Biasanya kita suplay 1.800 liter kubik / detik, ini menjadi berkurang dan akibatnya pelanggan yang di daerah-daerah ujung ini airnya bisa tidak keluar atau keluar di jam tertentu saja,” paparnya.

Dengan mengatasi interrusi air laut tersebut, maka PDAM Bandarmasih mengurangi debit air yang di suplai kepada pelanggan, dan menghimbau agar para pelanggan bisa menghemat penggunaan air, serta menampung air seandainya intrusi air laut berlangsung lama. (fachrul)

Editor : Farid