Kalsel  

DPRD Kalsel Tantang Mahasiswa Sama-sama Turun Padamkan Karhutla

Wakil ketua DPRD Kalsel, Kartoyo bersama Anggota DPRD Kalsel H Gusti Iskandar saat memberikan keterangan usai dialog dengan mahasiswa

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tak cukup hanya diteriakkan dari balik pagar gedung parlemen.

DPRD Provinsi Kalsel justru mengajak mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi untuk turun langsung ke lapangan, melihat kondisi sebenarnya, sekaligus ikut mencari solusi atas persoalan Karhutla.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Kartoyo, saat menemui massa aksi BEM se-Kalsel di depan Gedung DPRD Kalsel, Jumat (28/8/2026).

Kartoyo mengatakan, DPRD menghargai setiap aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Terlebih, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari demokrasi yang memiliki aturan dan regulasi.

Namun, menurutnya, aksi demonstrasi seharusnya tidak berhenti pada penyampaian tuntutan.
Mahasiswa yang memiliki kajian dan data terkait Karhutla dipersilakan menyampaikan hasilnya kepada DPRD, maupun pemerintah untuk kemudian dibahas dan ditindaklanjuti bersama.

“Kalau memang mereka ada kajian, betul-betul dengan kajian, kita akan terima. Kita siap ke lapangan. Yuk kita sama-sama selesaikan masalah,” ujar Kartoyo.

Ia menegaskan, Karhutla bukan persoalan yang bisa dibebankan hanya kepada pemerintah ataupun DPRD.

Persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, kelompok pemerhati lingkungan, mahasiswa hingga masyarakat.

Kartoyo menyebut, berbagai upaya penanganan Karhutla telah dilakukan. Pemerintah bersama pihak swasta dan kelompok pemerhati lingkungan juga telah turun ke sejumlah wilayah terdampak.

Baca Juga : BEM se-Kalsel Gelar Aksi Jilid II, Sempat Terjadi Dorong-dorongan

Baca Juga : Kabut Asap Karhutla Masih Kepung Banjarbaru, Ditpamonvit Polda Kalsel Bagikan 2.000 Masker

Namun, luasnya wilayah dan kondisi sumber air yang mulai mengering membuat penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara instan.
“Dampaknya ini kan luas sekali. Di sebelah sini terselesaikan, di sisi lain muncul lagi,” katanya.

Senada, anggota DPRD Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah yang ikut menemui mahasiswa mengatakan, Karhutla menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut.

Ia pun mengajak, masyarakat tidak hanya menunggu pemerintah bertindak, tetapi ikut menjaga lingkungan di wilayah masing-masing agar kebakaran tidak semakin meluas.

Dukungan pemerintah pusat, lanjutnya, juga terus dilakukan, salah satunya melalui pembangunan sejumlah sumur bor yang diharapkan menjadi cadangan sumber air untuk penanganan Karhutla.

Di sejumlah lokasi, kondisi sumber air yang mulai menipis bahkan membuat masyarakat harus melakukan berbagai upaya sederhana untuk mencegah api terus menjalar.

DPRD Kalsel pun membuka pintu kolaborasi bagi mahasiswa. Mahasiswa dipersilakan menyampaikan surat resmi kepada BPBD untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Karhutla sekaligus menyusun kajian yang dapat menjadi bahan evaluasi.

Ruang dialog dengan DPRD juga tetap terbuka. Kartoyo mempersilakan mahasiswa menyampaikan surat resmi agar persoalan yang mereka soroti dapat dibahas lebih jauh melalui forum dialog.

Gusti Iskandar menegaskan, penyelesaian persoalan antara mahasiswa dan pemerintah maupun DPRD sebaiknya dilakukan melalui komunikasi terbuka.

“Kita menyelesaikannya secara dialog, bukan secara aksi yang bersifat represif,” tegas Gusti Iskandar. (azka)

Editor : Akhmad