Dampak HP Berkamera, Bisnis Foto Makin Redup

Para pelaku Bisnis Foto tak selalu ramai pelanggan, namun saat ini terutama penerimaan siswa bisnis tersebut bisa raih keuntungan hingga 3 kali lipat. (foto : Azka/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Fotografi bukan sesuatu yang asing lagi di era Milenial seperti sekarang. Apalagi setiap orang bisa memamfaatkan Handphone.yang dilengkapi fiture camera.

Tentu hal tersebut bisa salah satu ancaman bagi pemilik usaha Studio Foto, jika tak lebih kreatif dan inovatif, alamat bakat ditinggal para konsumen.

Senin, (1/7/2019) klikkalsel coba mampir ke stodio mini foto Zaky Foto Jalan Masjid Jami Banjarmasin, di dinding studio kecil miliknnya bertuliskan Ganti Latar Belakang, Foto Perkawinan, Foto Beantar Jujuran dan lain lain. Tak hanya itu berbagai contoh foto hasil jepretan foto-foto prewedding juga terpampang.

“Kalau satu atau dua tahun silam, terutama pada bulan maulid hampir setiap minggu disibukan dengan job pemotretan baik konsumen yang mengadakan perkawinan atau beantar jujuran,” kata Muhammad Zaky, pemilik stadio foto.

Namun, kata dia, sekarang masa itu telah berlalu, dimana banyak orang yang telah mahir dalam bidang fotografi.

Bahkan banyak sekolah kejuruan yang memasukkan materi fotografi dalan studi pembelajaran.

“Dalam sebulan bahkan hanya sekali menerima job bahkan tidak ada, namun untuk pas foto masih ada orang yang menggunakan jasa saya,” ucapnnya

Jasa usaha foto yang ramai saat ini, pada saat penerimaan masuk sekolah. “Kalau musim penerimaan siswa sekolah lumayan bisa keuntungan 3 kali lipat dari hari biasa, namun setelah itu kembali lagi seperti pada umumnnya,” ujarnya.

Meskipun banyak pelaku studio foto yang menutup usahanya, namun masih ada juga yang hingga kini tetap bertahan di tengah gempuran kecanggihan teknologi, yang terus melakukan inovasi dan menyesuaikan dengan trend saat ini.

“Sejak kamera handphone canggih muncul. Konsumen pun berkurang, sehari satu atau dua saja yang datang itupun kebanyakan foto untuk KTP saja bisa pakai kamera HP doang terus tinggal diedit ganti latar warnanya. Pengeditannya pun bisa dilakukan sendiri di rumah jika punya peralatan komputer dan printer untuk cetaknya,”tutupnya (azka)

Editor : Farid