Patut Dicontoh, di Jepang Perawat Dilarang Pegang Handphone Saat Bertugas,

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli.
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Beberapa waktu lalu, Pemko Banjarmasin bersama DPRD Banjarmasin melakukan studi ke Kaikoukai Healthcare Corp Nagoya, Jepang, guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Seribu Sungai.
Hasil dari kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Dr Machli Riyadi mengatakan bahwa, perkembangan dunia kesehatan di Jepang sangatlah luar biasa. Hal tersebut terlihat dari kinerja pelayanan kesehatannya.
“Jadi kunjungan kesana itu kita melihat varian pelayanan kesehatan yang maju disana, termasuk pelayanan geriatric dan hemodialisa, kemudian pelayanan rumah sakit umum,” ucapnya, Jumat (21/2/2020).
Ia juga mengatakan, banyak hasil yang bisa diambil dari kunjungan ke Negeri Sakura tersebut, salah satunya yakni budaya melayani dengan sepenuh hati.
“Budaya melayani yang berkarakter sangat jelas terlihat bahwa mereka itu melayani dengan hati, sepenuh hati melayani orang,” tuturnya.

Kemudian hal yang paling mencengangkan baginya yakni, bagaimana perawat disana bekerja tidak sambil memegang handphone, handphone itu ditaruh diloker, dan baru bisa diambil seteleh mereka pulang bekerja.

Hal yang sangat disayangkan olehnya bahwa kadang kala petugas kesehatan di Banjarmasin, khususnya ada yang bekerja sambil memainkan handphone.
“Kita kalau melihat, biasanya petugas kita ada yang bekerja sambil main handphone, dan sering kali tidak bisa lepas handphone. Perawat disana (Jepang) tidak ada yang pegang handphone,” ujar Machli.
Selain dua hal tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa kebersihan di tempat pelayanan kesehatan di Jepang, sangat luar biasa bersih. Lalu menurutnya yang paling penting yang bisa diambil dari hasil kunjungan tersebut yakni melanjutkan kerja sama dibidang kesehatan dengan mengirimkan tenaga kesehatan dari Banjarmasin untuk di magangkan di Jepang.
“Mereka memerlukan 5000 perawat lebih dari Banjarmasin untuk bekerja magang disana (Nagoya, Jepang) khususnya perawat D3 keperawatan dan S1 Keperawatan,” paparnya
Kerjasama tersebut dikarenakan Jepang yang memiliki fasilitas kesehatan yang sangat luar biasa, namun kekurangan tenaga kesehatan, untuk itulah, Kaikoukai Healthcare Corp mengundang Pemko Banjarmasin untuk menggalang kerjasama dengan mereka.
Dari hasil kunjungan itu, Machli berharap sejumlah hasil yang bisa dipetik dari kunjungan tersebut bisa diterapkan di kota Banjarmasin, salah satunya yaitu tidak memegang handphone saat bekerja.
“Pertama kita ingin merefleksikan budaya kerja yang kita adopsi dari sana dan diterapkan di RSUD Sultan Suriansyah kota Banjarmasin yaitu prinsip tidak boleh pegang handphone itu, agar ia fokus terhadap pasien,” pungkasnya.(fachrul)
Editor : Amran