Kalsel  

Cegah Karhutla, Pemprov Kalsel Basahi Lahan Gambut di Kawasan Bandara

Petugas mengukur ketinggian muka air sebagai bagian dari upaya menjaga kelembapan lahan gambut untuk mencegah karhutla.

BANJARBARU, klikkalsel.com – Menjaga lahan gambut tetap basah menjadi salah satu cara menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemprov Kalsel melalui Dinas PUPR, melakukan pembasahan dengan mengatur ketinggian muka air melalui jaringan irigasi, embung, tabat hingga pintu air.

Langkah itu kini menyasar kawasan Jalan Bandara, tepatnya di sekitar SPBU. Sebanyak 20 unit pompa dompeng disiapkan untuk mempercepat pembasahan lahan di kawasan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kalsel M Yasin Toyib mengatakan sebelumnya pembasahan telah dilakukan di Blok F Tegal Arum. Sementara Blok E dan C juga mulai menunjukkan kondisi lebih basah setelah sejumlah pompa dioperasikan.

“Target kita selanjutnya hari ini adalah mempersiapkan pembasahan di daerah Jalan Bandara, tepatnya di sekitar SPBU,” ucapnya melalui Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku, Herry Ade Permana, Rabu (9/9/2026).

Menurut Herry, kawasan tersebut perlu mendapat perhatian karena berada di antara Sungai Kemuning dan jaringan drainase kawasan bandara.

PUPR Kalsel menyiapkan skema pembasahan dengan mengombinasikan tabat atau kisdam dan pompa. Pola tersebut diharapkan dapat menahan air sekaligus menaikkan elevasi muka air di sekitar Jalan Bandara.

“Kita akan melakukan pembasahan dengan beberapa konsep tabat atau kisdam. Dengan pola kisdam dan pompa kombinasi ini, kita mencoba menaikkan elevasi air yang ada di Jalan Bandara,” jelasnya.

Sebanyak 20 unit pompa dompeng digunakan untuk menyedot dan mengalirkan air guna mempercepat proses pembasahan lahan, mulai dari sekitar SPBU hingga kawasan di sekitarnya.

Herry berharap pembasahan dapat dilakukan secara estafet sehingga kelembapan lahan di sisi SPBU hingga sekitar Masjid Kapal Muzalan tetap terjaga.

Baca Juga : Drone Thermal Deteksi Suhu 400 Derajat, Kapolda Kalsel Perkuat Pemadaman Karhutla Guntung Damar

Baca Juga : Wagub Kalsel Bersama Tim Hasnur Group Pantau Langsung Pemadaman Karhutla di Guntung Damar

Selain kawasan Jalan Bandara, PUPR Kalsel juga memperkuat sumber air untuk mendukung penanganan karhutla di Guntung Damar.

Salah satunya melalui pemeliharaan dan pendalaman embung yang telah dilakukan selama lebih dari satu bulan. Pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sekaligus elevasi air di dalam embung.

“Embung ini sudah lebih dari satu bulan kita lakukan pendalaman dan pemeliharaan. Tujuannya untuk menyediakan elevasi air yang cukup tinggi sehingga helikopter water bombing bisa mengambil air di embung,” imbuhnya.

Dengan ketersediaan air yang memadai, embung di kawasan Guntung Damar diharapkan dapat menjadi salah satu sumber air pendukung operasi pemadaman karhutla, termasuk saat dilakukan water bombing.

PUPR Kalsel juga masih membangun sejumlah pintu air untuk memperkuat fungsi retensi dan menjaga ketinggian muka air di kawasan Guntung Damar.

Herry mengatakan, pengelolaan tata air menjadi penting karena lahan gambut sangat rentan mengering ketika elevasi tanah mengalami penurunan.

“Karhutla terjadi karena turunnya elevasi tanah yang sangat signifikan, yang mengakibatkan perakaran dan gambut menjadi kering. Ini yang mesti kita jaga dengan sistem tata kelola air yang baik,” ujarnya.

Karena itu, keberadaan tabat, pintu air, saluran irigasi dan embung tidak hanya berfungsi sebagai sumber air saat terjadi kebakaran. Infrastruktur tersebut juga digunakan untuk mempertahankan kelembapan lahan agar gambut tidak mudah terbakar.

“Dengan adanya beberapa tabat atau pintu air yang kita kombinasikan, tentu akan menjaga kelembaban tanah itu sendiri. Sehingga gambut harus tetap terjaga,” tandasnya. (rizqan)

Editor: Abadi