Kalsel  

Kartoyo Ajak Warga HSS Amalkan Pancasila Lewat Gotong Royong Hadapi Karhutla

Wakil Ketua DPRD Kalsel saat revitalisasi di Desa Madang Kec Padang Batung
Wakil Ketua DPRD Kalsel saat revitalisasi di Desa Madang Kec Padang Batung

KANDANGAN, klikkalsel.com – Nilai-nilai Pancasila bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satunya melalui kepedulian terhadap sesama, menjaga lingkungan, serta gotong royong menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Kartoyo, saat melaksanakan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) di Desa Madang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Jumat (25/9/2026).

Di hadapan masyarakat, Kartoyo mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.
Menurutnya, pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekitar, seperti saling mengingatkan, membantu sesama, menjaga lingkungan, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Kartoyo juga mengapresiasi, antusiasme masyarakat Desa Madang yang mengikuti kegiatan Sosrev tersebut.

Ia menilai, semangat kebersamaan warga terlihat dari kesiapsiagaan mereka menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini menjadi salah satu persoalan lingkungan di Kalsel.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias mendengarkan. Sebagai contoh, hari ini kita sedang menghadapi karhutla dan masyarakat di sini sudah siap siaga dalam menghadapi Karhutla,” ujarnya.

Baca Juga : Air Baku Bermasalah, Komisi II DPRD Banjarmasin Dorong PAM Siapkan Kompensasi Pelanggan

Baca Juga : Pastikan Barang Haram Tak Kembali Beredar, Polda Kalsel Musnahkan 4,3 Kg Sabu dan 1.494 Ekstasi dari 48 Tersangka

Menurut Kartoyo, kesiapsiagaan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia.
Persatuan, kata dia, tidak hanya ditunjukkan dalam kegiatan formal, tetapi juga melalui kerja sama masyarakat ketika menghadapi persoalan yang mengancam lingkungan dan kenyamanan bersama.

“Sikap saling mengingatkan, saling peduli, dan bergotong royong menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla. Dengan membangun kesadaran bersama, lingkungan dapat terjaga sehingga keamanan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat juga dapat terlindungi,” jelasnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Madang, M. Sukarno, mengapresiasi kegiatan Sosrev yang dilaksanakan Kartoyo.

Ia mengatakan, edukasi kepada masyarakat terkait karhutla dan kesiapsiagaan menghadapi dampaknya telah dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sebelumnya sudah banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai karhutla ini, baik cara menjaga diri agar tetap sehat hingga sikap siap siaga. Masyarakat di sini juga siap, sesuai dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia,” ungkapnya.

Tidak hanya menyampaikan materi mengenai Pancasila, Kartoyo juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan warga.
Usai kegiatan, ia membagikan masker kepada peserta Sosrev dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi terdampak kabut asap akibat Karhutla.

Kartoyo berharap, kegiatan Sosrev tidak berhenti pada pemahaman tentang Pancasila, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila harus kita amalkan bersama. Dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian masyarakat. Kalau kepedulian dan gotong royong terus kita jaga, persatuan juga akan semakin kuat,” pungkasnya.(azka)

Editor : Akhmad