BANJARMASIN, klikkalsel.com – Komisi III DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong integrasi moda transportasi Trans Banjarbakula, agar layanan angkutan umum semakin mudah diakses masyarakat.
Integrasi dinilai penting agar masyarakat yang bepergian antarkabupaten/kota di kawasan Banjarbakula tidak perlu menghadapi persoalan pergantian moda, jadwal yang tidak sinkron hingga tumpang tindih trayek.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Hj Mustaqimah mengatakan, koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kalsel dilakukan untuk membangun sistem transportasi yang saling terhubung di kawasan Banjarbakula.
“Kita ingin agar transportasi di wilayah Banjarbakula terintegrasi,” kata Mustaqimah kepada wartawan usai rapat kerja dengan Dinas Perhubungan Kalsel, Kamis (24/9/2026), di Banjarmasin.
Menurut politisi Partai NasDem itu, integrasi transportasi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
“Koordinasi ini diperlukan agar tidak terjadi tumpang tindih trayek, dan penyesuaian jam keberangkatan dan lainnya,” ungkapnya.
Kawasan Banjarbakula sendiri mencakup Provinsi Kalsel serta Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. Karena melibatkan sejumlah daerah, sistem transportasi antarkawasan dinilai perlu dirancang secara terpadu.
Soal tarif, Mustaqimah berharap biaya perjalanan tetap terjangkau masyarakat. Saat ini tarif Trans Banjarbakula diberlakukan Rp5.000 sekali tap. “Tarifnya kita upayakan seminimal mungkin agar bisa dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Salat Istisqa, Ikhtiar Umat Memohon Turunnya Hujan di Tengah Kemarau
Baca Juga : 14 Korban KM Virgo Dievakuasi dari Dalam Kapal, Tim Penyelam Lanjutkan Pencarian 97 Penumpang Kapal
Tak hanya integrasi di Banjarbakula, anggota Komisi III DPRD Kalsel, H Athaillah Hasbi juga mengusulkan cakupan layanan transportasi massal diperluas hingga kawasan Banua Anam.
“Jangan hanya Banjarbakula, tapi sampai ke kawasan Banua Anam,” kata Athaillah.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M Fitri Hernadi mengatakan, pihaknya sejalan dengan harapan DPRD Kalsel agar integrasi antarmoda di kawasan Banjarbakula dapat diwujudkan.
“Ini memerlukan rute yang jelas, jadwal kedatangan dan keberangkatan ada tabelnya, serta dapat dipantau real time dan tidak tumpang tindih,” kata Fitri.
Ia mengakui, pengembangan layanan saat ini belum sampai ke kawasan Banua Anam dan Batulicin. Namun, wilayah yang belum terlayani transportasi massal tetap menjadi bagian dari rencana pengembangan ke depan.
“Ini sesuai keinginan Gubernur untuk melayani dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.
Memperkuat layanan, pada 2026 jumlah armada Trans Banjarbakula juga ditambah dari sebelumnya 78 unit menjadi 91 unit.
“Jadi penumpang bisa lebih nyaman dan tidak perlu menunggu lama, bahkan antrean di halte pada jam berangkat dan pulang kerja berkurang,” ujar Fitri.
Dengan sistem yang terintegrasi, pengguna transportasi nantinya diharapkan cukup melakukan satu kali tap hingga sampai tujuan, meski harus berpindah moda angkutan di wilayah kabupaten/kota.
“Jadi cukup satu kali tap untuk sampai ke tujuan, walaupun pindah moda angkutan di kabupaten/kota,” kata Fitri.
Selain itu, pengguna Trans Banjarbakula juga dapat memanfaatkan layanan berlangganan melalui Aksel Bank Kalsel. Skema tersebut diharapkan dapat membuat biaya penggunaan transportasi massal semakin ekonomis bagi masyarakat.
“Pengguna bus kini juga bisa berlangganan menggunakan Aksel Bank Kalsel, yang tentunya lebih murah,” pungkasnya.(azka)
Editor : Akhmad






